in

Masalah Ukir Jepara, DPRD Jepara Sebut  Bupati Sudah Gencar Lakukan Terobosan

Foto : jepara.go.id

 

HALO JEPARA – Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Jepara, Nur Hidayat, menilai Bupati Jepara, Witiarso Utomo tengah gencar melakukan terobosan, untuk mengangkat kembali seni ukir Jepara.

Hal itu dia sampaikan dalam dialog bertajuk Peran Anggota DPRD Jepara, dalam Mendukung Pelestarian Seni Ukir Jepara, di Radio Rlisa, Selasa (11/3/2025).

Pembahasan dipandu oleh moderator M Safrudin, selaku Subkoordinator Media Massa Diskominfo Kabupaten Jepara.

Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Jepara, Nur Hidayat menilai terobosan Bupati Jepara sangat fokus, pada target dan kinerja utamanya perihal ukir.

“Belum 100 hari saja sudah gencar karena menyadari betul potensi Jepara luar biasa. Komunikasi di tingkat pusat dengan berbagai pihak, bagaimana pusat bisa kontribusi untuk Jepara. Nanti bisa berkesinambungan dan ini momen yang bagus dilakukan oleh Mas Bupati,” kata dia, seperti dirilis jepara.go.id.

Menurut Hidayat, permasalahan ukir Jepara sangat kompleks. Berkaca pada tahun 1999 – 2025, permasalahan ukir muncul mulai dari hulu hingga hilir.

“Kita masih ingat ketika masyarakat Jepara waktu itu, awal teknologi internet mulai tumbuh, jadi SDM Jepara punya spek di ukir, tapi di teknologi kurang menguasai, sehingga butuh tenaga dari Solo, Jogja, untuk urusan pajak, forwarding. Tingkat pendidikan masyarakat Jepara waktu itu belum maksimal seperti saat ini,” kata Hidayat.

Senada dengan Hidayat, anggota Komisi C DPRD Kabupaten Jepara, Bustanul Arif pun menekankan ukir Jepara sebagai kiblat mebel dunia. Langkah Mas Bupati beserta dewan akan membuahkan hasil.

“Mas Bupati gercep (gerak cepat-red). Bahwa seni ukir di Jepara ini kiblat di dunia cuma kondisinya dikatakan berbagai dinamika, fluktuatif dan sekarang memprihatinkan. Kami optimis seni ukir di Jepara akan mengalami kejayaan seperti dahulu kala, dan nanti kita imbangi yang dari dewan,” kata Arif.

Bustanul Arif juga menyoroti peran anak muda yang enggan bergelut di industri ukir. “Kalau kami pikir seni ukir di Jepara sudah mengikuti tren zaman cuma generasi muda memang sangat berkurang sekali kalau yang tertarik menggeluti dunia ukir. Bahwa kesejahteraan pelaku ukir akan kita pikirkan bersama,” terangnya.

Sekretaris Komisi A DPRD Kabupaten Jepara Padmono Wisnugroho memaparkan bahwa ukir lebih pada seni dan budaya dan bagian dari mebel turut dipengaruhi oleh masuknya industri asing.

“Pengaruh industri modern yang masuk dari PMA (penanaman modal asing-red) misalnya garmen memang cukup berpengaruh karena tenaga kerja mebel masih minim,” papar Wisnu.

Wisnu turut menyoal kesejahteraan pelaku seni yang belum terpayungi hukum. “Kita punya Perda Nomor 2 Tahun 2014 Tentang Perlindungan, Pemberdayaan, dan Pembinaan Industri Mebel tapi itu kaitannya terbatas hak cipta di seni ukirnya belum ke pelakunya. Tapi dalam hal pendapatan mereka masih kalah dengan pabrikan atau industri yang masuk ke Jepara,” ujar Wisnu.

Menurutnya perlindungan itu perlu dukungan dari berbagai pihak. “Kita melakukan edukasi dari awal support dari berbagai pihak, tinggal nanti tinggal memupuk dan disiram,” tandasnya. (HS-08)

Wabup Jepara Minta Keselamatan Penumpang Kapal saat Larungan Diutamakan

Antisipasi Peningkatan Mobilitas Masyarakat, Satlantas Polres Blora Bentuk Satgas Quick Response