HALO KUDUS – Sebanyak 1.405 penari ikut memeriahkan Pergelaran Tari Kretek dengan Peserta Terbanyak, di Alun-alun Simpang Tujuh Kudus, baru-baru ini.
Menari massal yang memecahkan Rekor MURI ini, dilakukan oleh para siswa SD, SMP, SMA sederajat, komunitas sanggar tari, dan seluruh elemen masyarakat se-Kabupaten Kudus.
Wakil Bupati Kudus, Bellinda Putri Sabrina Birton pun mengapresiasi kegiatan Tari Kretek massal, yang menurut dia luar biasa ini.
Dia berharap melalui event itu, Tari Kretek khas Kudus dapat dikenal lebih luas. Bellinda juga menjelaskan pemecahan rekor MURI menjadi sejarah baru untuk Kabupaten Kudus.
“Luar biasa, Tari Kretek ditarikan oleh ribuan anak muda dan berhasil memecahkan rekor MURI sebagai penari Tari Kretek terbanyak. Ini sejarah baru bagi Kudus,” kata dia, seperti dirilis kuduskab.go.id, pada Minggu (23/2/2025).
Menurutnya, pemecahan Rekor MURI menjadi promosi efektif sekaligus nguri-nguri budaya Kudus.
Penari yang didominasi anak muda menjadi simbol semangat melestarikan warisan seni dan budaya. Pihaknya berpesan agar Tari Kretek menjadi kebanggaan budaya dan identitas lokal.
“Saya lihat penari didominasi anak-anak sekolah. Ini menjadi simbol semangat anak muda merawat budaya,” ungkapnya.
Gerakan Tari Kretek, terinspirasi dari proses pembuatan rokok di Kudus, mulai dari memilih tembakau hingga mengantarkannya ke mandor.
Bellinda menyebut pelestarian Tari Kretek, sesuai dengan sebutan Kota Kretek di Kudus. Ini menunjukkan kekayaan budaya Kudus.
Bellinda optimistis Tari Kretek bisa lebih dikembangkan. Sehingga bisa berdampak pada sektor pariwisata dan ekonomi.
“Tari Kretek menunjukkan ragam budaya Kudus yang luar biasa. Saya yakin kalau hal ini bisa digali lagi, bisa berdampak pada sektor pariwisata dan ekonomi,” paparnya.
Pagelaran Tari Kretek dihadiri oleh istri Bupati Kudus Endhah Sam’ani Intakoris, Sekda, dan jajaran Kepala OPD terkait.
Kegiatan ini menjadi bagian dari Festival Dandangan yang digelar 10 hari menyambut bulan suci Ramadan.
Para penari yang terlibat dalam pemecahan rekor MURI turut bangga bisa jadi bagian dalam pencetakan sejarah Kabupaten Kudus.
Salah satunya Nasywa Asyfa Oktavia, pelajar kelas 7 SMP 2 Jekulo Kudus. Meskipun sempat gerimis, ia tetap semangat menari bersama teman-temannya.
“Bangga dan senang bisa ikut menjadi bagian pemecahan rekor MURI penari Tari Kretek Terbanyak. Bangga juga bisa ikut melestarikan budaya,” ucapnya. (HS-08)