in

Dishantan Kota Semarang Salurkan Bantuan Candangan Pangan untuk Warga Terdampak Bencana Banjir

Suasana pemberian bantuan cadangan pangan kepada warga terdampak banjir oleh Dinas Ketahanan Pangan Kota Semarang yang bertempat di Kelurahan Muktiharjo Kidul, baru-baru ini.

HALO SEMARANG – Sebanyak 7,2 Ton beras bantuan cadangan pangan dari Pemerintah Kota Semarang melalui Dinas Ketahanan Pangan Kota Semarang disalurkan kepada 1.455 keluarga yang terdampak bencana banjir dalam satu pekan terakhir.

Warga terdampak banjir tersebar di 11 wilayah atau kelurahan, seperti Kelurahan Muktiharjo Kidul, Tambakrejo, Kelurahan Kaligawe, Mangunharjo, Mangkang Kulon, Genuksari, Trimulyo. Lalu, Kelurahan Muktiharjo Lor, Terboyo Wetan, Gebangsari, dan Kudu.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Semarang, Endang Sarwiningsih mengatakan, setiap kepala keluarga masing-masing diberikan sebanyak 5 kilogram beras. Bantuan cadangan pangan ini diberikan bagi warga terdampak bencana banjir yang terjadi satu pekan terakhir, akibat dari curah hujan tinggi yang berlangsung cukup lama dan dampak cuaca ekstrem.

“Alhamdulillah warga yang terkena musibah banjir saat ini telah merasa terbantukan dengan adanya bantuan beras cadangan pangan ini,” terangnya, Minggu (9/2/2025).

Bantuan cadangan pangan ini, lanjut dia, sebenarnya selain diberikan untuk warga terdampak bencana, seperti banjir, juga bagi warga kurang mampu di Kota Semarang maupun yang terkena dampak dari cuaca ekstrem.

Sebelumnya bantuan cadangan pangan, juga diberikan kepada para nelayan yang beberapa waktu lalu juga terimbas karena terjadinya cuaca buruk, sehingga tidak bisa melaut sementara waktu.

“Mereka bisa mendapatkan bantuan cadangan pangan dengan menunjukan surat dari lurah/camat setempat. Serta diperkuat adanya penjelasan dari BMKG yang menyatakan jika kondisi yang terjadi memang tidak memungkinkan mereka untuk pergi melaut. Sedangkan bantuan cadangan pangan yang diberikan sebanyak 600 paket,” katanya.

Lalu, bantuan cadangan pangan ini juga diberikan jika saat terjadi inflasi tinggi, sehingga berdampak pada masyarakat kurang mampu tidak punya penghasilan cukup ini pun diberikan bantuan sembako, dengan syarat belum mendapatkan bantuan dari pihak lain.

Selain bantuan tersebut, kata dia, donatur atau dinas lainnya seperti Dinsos, BPBD ikut ambil bagian dalam penanganan banjir dengan menggalang bantuan, dan menyalurkan logistik ke warga terdampak.

“Bantuan stimulan ini diharapkan dapat sedikit meringankan beban masyarakat terdampak banjir. Dan bisa digunakan sebaik-baiknya oleh penerima manfaat. Semoga banjir tidak terjadi lagi, dan masyarakat bisa beraktivitas seperti biasanya, untuk mencukupi kebutuhan sehari hari dan hidup lebih sejahtera,” pungkasnya.

Sebelumnya, Camat Tugu, Eko Agus Padang mengatakan, warga terdampak imbas tanggul jebol Sungai Plumbon makin meluas sampai ratusan warga. Saat ini pihaknya terus melakukan penanganan bersama dengan BWWS Pemali – Juana, Dinas PU, dan aparat wilayah setempat serta BPBD.

“Tanggul jebol karena memang sudah rawan, terlihat adanya retakan pada dinding tanggul dan tekanan akar pohon bambu di sekitar tanggul yang membuat miring. Jadi ada limpasan aliran air akibat hujan deras beberapa hari terakhir bisa membuat tanggul rawan jebol,” paparnya.

“Kejadian tanggul jebol pada Selasa (4/2/2025) pukul 22.00 dan menggenangi rumah warga. Di wilayah Tugu kondisinya diguyur hujan dengan intensitas sedang pada malam hari mulai jam delapan malam,” sambungnya.

Pihak kecamatan, lanjut dia, juga telah membuat dapur umum dan pelayanan kesehatan bagi warga yang terdampak. “Yakni memberikan bantuan logistik berupa nasi bungkus untuk sarapan. Sedangkan pelayanan dapur umum dan kesehatan ini dipusatkan di satu tempat di Kelurahan Mangunharjo,” katanya.(HS)

Inventarisir BUMDes dan BUMDesma, Dispermasdes Kendal Dorong Alokasikan 20 Persen Dana Desa untuk Ketahanan Pangan

Dewan Umumkan Masa Akhir Jabatan Wali Kota Semarang Masa Jabatan 2021-2026