in

CFD Bakal Diuji Coba Kembali, PKL Dilarang Berjualan di Alun-alun Pancasila

Personel gabungan dari Satpol PP, dibantu TNI dan Polri, mensterilkan PKL dari Alun-alun Pancasila Kebumen. (Foto : kebumenkab.go.id)

 

HALO KEBUMEN – Pemerintah Kabupaten Kebumen kembali melakukan uji coba car free day (CFD) mulai Minggu (2/2/2025) hari ini di Alun-alun Pancasila.

Selama CFD berlangsung, PKL dilarang berjualan, begitu juga seterusnya karena alun-alun diharuskan bebas dari PKL.

Demikian disampaikan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kebumen Ira Puspitasari.

Ia mengatakan setelah pemerintah menertibkan PKL di Alun-alun Pancasila Kamis (30/1/2025) lalu, seterusnya mereka tidak lagi boleh berjualan di alun-alun.

“Begitu juga pada saat Car Free Day. Mulai Minggu besok rencana kita mau uji coba untuk dibuka kembali, dan mohon maaf PKL yang biasa berjualan pada saat hari minggu pagi tidak diperkenankan lagi berdagang di alun-alun,” kata Ira, di Kebumen, Jumat (31/1/2025).

Ia menuturkan, alun-alun harus seteril dari PKL kecuali yang berada di dalam gedung Kapal Mendoan.

Khusus hari Minggu, PKL diberikan kelonggaran untuk berjualan di area Jalan Soekarno-Hatta, Jalan Mayjen Soetoyo, Jalan Veteran, dan Jalan Pahlawan.

“Khusus di hari Minggu PKL akan tetap kita akomodir. Jadi di jalan-jalan tersebut, nanti akan kita buat lahan untuk parkir sekaligus lahan untuk PKL. Namun tidak dicampur, kita kasih dulu lahan untuk PKL, baru belakangnya lahan parkir, nanti ada barikadenya,” terangnya.

Yang dibolehkan masuk kawasan alun-alun pada saat CFD adalah pejalan kaki dan pesepeda.

Dengan begitu kata Ira, masyarakat bisa menikmati udara pagi yang segar dengan berolahraga dan bermain.

Pihaknya terus mengajak semua masyarakat untuk menjaga dan merawat Alun-alun Pancasila.

“Karena ini ruang terbuka hijau, maka mari kita jaga alun-alun agar tetap estetik, dengan tidak membuang sampah sembarangan, tidak merusak, dan selalu menjaga ketertiban agar semua merasa nyaman dan aman saat berkunjung ke alun-alun,” tandasnya.

Penertiban

Sebelumnya Puluhan personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), dibantu TNI dan Polri, menertibkan PKL di kawasan Alun-alun Pancasila Kebumen, Kamis (30/1/2025) .

Jika biasanya alun-alun ramai dengan PKL dan jasa mainan anak, kini sudah tampak sepi, bahkan nyaris tidak ada.

Penertiban ini dipimpin langsung oleh  Kepala Satpol PP Kebumen, Ira Puspitasari.

Ia mengatakan, upaya yang dilakukan pemerintah daerah dalam menertiban PKL sudah melalui SOP atau prosedur yang berlaku. Dimulai dengan sosialisasi, himbuan, dan sampai pada surat teguran satu, dua dan tiga.

“Surat teguran ketiga terakhir sudah kita laksanakan pada Senin kemarin, dan hari ini kita laksanakan penertiban sesuai dengan tata aturan yang berlaku dalam rangka menegakan Perda, dimulai dari sosialisasi, kita kasih himbuan, kemudian surat teguran, satu sampai tiga, dan hari ini kita laksanakan penegakannya,”ujar Ira.

Ira menjelaskan, sesuai dengan Perda Nomor 2 Tahun 2018 dan Perda Nomor 4 Tahun 2020, serta Peratutan Bupati, disebut kawasan Alun-alun dilarang untuk berjualan PKL atau jasa mainan anak, kecuali yang sudah ditempatkan di Kapal Mendoan. Ia berharap pedagang atau masyarakat memahami aturan itu.

“Alhamdulillah kita bersyukur, bisa disaksikan bersama sudah tidak ada PKL. Jadi di lingkungan alun-alun bisa dibilang nyaris bersih dari PKL. Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas kesadaran masyarakat dalam hal ini PKL atau pun PKL mainan yang sudah mematuhi regulasi yang ada,” ucap Ira.

Ia berharap kondisi seperti ini akan berjalan seterusnya. Biarkan alun-alun digunakan sebagaimana mestinya, yakni untuk sarana olahraga, bermain, dan kegiatan bermasyarakat.

“Bagi yang ingin menikmati kuliner silakan bisa datang ke Kapal Mendoan, atau di luar alun-alun,” ucapnya.

Mulai hari ini dan seterusnya kata Ira, petugas Satpol PP akan terus berjaga di  alun-alun guna memastikan kawasan ini seteril dari PKL.

Jika masih ada yang kedapatan berjualan, maka pihaknya tak segan untuk menertibkan pedagang yang bersangkutan.

“Jadi selama teguran kami tidak diindahkan, maka penertibkan akan terus kita laksanakan,” ujarnya.

Tak lupa, Ira mengajak masyarakat untuk menjaga estetika alun-alun sebagai ruang terbuka hijau yang bersih, tertib, aman dan nyaman.

“Saya yakin masyarakat Kebumen bisa. Untuk itu, mari kita sama-sama menjaga agar Alun-alun bisa dinikmati dengan indah dan nyaman,” pintanya.

Dari penertiban itu, ada beberapa ditemukan mainan anak yang disimpan di kios kosong Kapal Mendoan.

Mainan itu sudah diamankan pihak Satpol PP. Ia menyebut dagangan PKL yang diamankan bisa diambil dengan mengisi surat perjanjian agar tidak mengulang kembali.

“Pertama mereka akan kita wajibkan lapor, tiga kali selama tiga hari sekali. Setelah itu kita buatkan surat perjanjian, kemudian kita kembalikan dagangan berserta Sarprasnya dengan catatan tidak mengulang lagi,” tandasnya. (HS-08)

Rangkaian Kegiatan Peringatan Hari Jadi ke-194 Kabupaten Purworejo

Buron sejak Tahun Lalu, Satgas Operasi Damai Cartenz Tangkap KKB Buronan di Sentani