in

Musim Hujan dan Rob, Nelayan Kendal Tetap Melaut

Kapal milik para nelayan Kabupaten Kendal.

HALO KENDAL – Meski memasuki musim hujan maupun musim rob, para nelayan tetap melaut mencari ikan. Seperti para nelayan di Keluragan Bandengan dan Karangsari Kota Kendal Jawa Tengah, tetap melaut seperti biasa.

Para nelayan selalu memperhatikan kondisi cuaca berdasarkan informasi cuaca dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika atau BMKG.

Para nelayan akan mempertimbangkan tidak melaut, jika diprakirakan akan terjadi gelombang tinggi atau angin kencang.

Seorang nelayan warga Bandengan, Sofyan mengatakan, pada musim hujan dan rob biasanya mengalami penurunan pendapatan. Pasalnya hasil tangkapan ikan di laut, tidak sebanyak dibandingkan saat kondisi cuaca normal.

“Kalau dalam kondisi normal bisa mendapat Rp 2 juta dari hasil penjualan tangkapan ikan sekali melaut, tapi kondisi seperti ini, ya dapatnya Rp 1 jutaan,” ujarnya Minggu (5/1/2025).

Hal yang sama juga disampaikan nelayan Taufik, meskipun musim hujan maupun rob, tetap melaut seperti biasa. Namun lebih berhati-hati dan mengantisipasi agar tidak mengalami kendala.

“Kalau terjadi gelombang tinggi atau angin kencang, biasanya ada pemberitahuan dari BMKG,” katanya.

Terpisah Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kendal, Hudi Sambodo mengimbau para nelayan agar lebih waspada pada musim hujan atau rob dan selalu melihat kondisi laut.

“Kami mengimbau kepada para nelayan di Kendal, untuk berhati-hati saat melaut. Selain itu selalu memperhatikan informasi cuaca dari BMKG,” pesannya.

Menurut Hudi selain cuaca dan ombak yang tinggi, para nelayan juga harus hati-hati saat memasuki muara sungai. Karena ada bentukan sedimentasi dan berpotensi menyebabkan kecelakaan kapal.

“Total ada delapan kapal yang mengalami kecelakaan. Penyebabnya adalah ombak besar dan sedimentasi yang menyebabkan kapal kandas, juga kurang hati-hati nelayan,” ujarnya.(HS)

DPRD Kota Semarang Apresiasi Penanganan Banjir Era Pemerintahan Mbak Ita

Menikmati Wisata Alam Air Terjun Palebur Gongso yang Asri di Kaki Lereng Gunung Ungaran