HALO SEMARANG – Dalam Rapat Pleno Hasil Rekapitulasi Suara Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Walikota dan Wakil Wakilkota tingkat kota Semarang yang digelar selama dua hari, sempat berlangsung cukup alot, bahkan di hari pertama diwarnai walkout atau meninggalkan tempat rapat dari anggota.
Di rapat pleno yang dilaksanakan pada Rabu-Kamis (3-4 Desember 2024 ) bertempat di Harris Hotel, saat pemaparan hasil penghitungan suara di Kecamatan Semarang Selatan pun minta ditunda.
Hal ini, karena sebelumnya dari pihak Bawaslu Kota Semarang yang mengikuti rapat pleno tersebut meminta kepada KPU Kota Semarang untuk mencatatkan di kejadian khusus dan merekomendasikan dilakukan Pemilihan Suara Ulang atau PSU di TPS 13 Kelurahan Lamper Tengah, Kecamatan Semarang Selatan.
“Ini yang membuat rapat pleno tersebut discorsing atau ditunda pada Rabu (3/12) malam pukul 20.30 WIB untuk dilanjutkan pada Kamis (4/12),” kata Komisioner KPU Kota Semarang, Agus Supriyanto sekaligus Koordinator Divisi Teknis Penyelenggaraan Pemilu, Kamis (5/12/2024).
“Konsekuensinya ada anggota yang tidak ikut menandatangani berita acara hasil rekapitulasi pemilihan walikota dan wakil walikota semarang,” sambung Agus.
Pihak Bawaslu mengaku telah membuat juga kajian terkait kejadian khusus di TPS 13 Kelurahan Lamper Tengah, Semarang Selatan.
“Kajian itu sudah kami buatkan, dan juga ada dasar hukumnya. Sehingga menurut kami meminta kejadian khusus di Semarang Selatan tetap dituliskan di berita acara, jangan menghilangkan lagi nih Semarang Selatan,” ujar Anggota Bawaslu Kota Semarang, Maria Goretri Jutary Risma yang juga mengikuti rapat pleno.
Adapun hasil rekapitulasi suara Pemilihan Gubernur dan wakil gubernur, walikota dan wakil walikota semarang telah ditetapkan dan disahkan oleh KPU Kota Semarang dihadiri Bawaslu Kota Semarang, saksi semua Paslon baik untuk Pilgub dan Pilwalkot serta tamu undangan. (HS-06)