HALO KENDAL – PT Trina Mas Agra Indonesia (TMAI) bersama Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Kendal, menggelar Pelatihan Bahasa Mandarin bagi 30 calon tenaga kerja, Senin (2/9/2024).
Acara pembukaan pelatihan dihadiri Sekda Kendal, Sugiono, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekda Kendal, Kepala Disperinaker Kendal, Cicik Sulastri, perwakilan Baperlitbang, Fakultas Bahasa dan Seni UNNES, Direktur PT TMAI, Mr Xu Ming, Ketua Kadin Kendal, Fransisca Tjokro Handoko, perwakilan KEK, lembaga terkait serta para peserta pelatihan.
Direktur PT TMAI, Mr Xu Ming dalam sambutannya mengatakan, TMAI adalah perusahaan multinasional, perusahaan patungan tiga perusahaan besar perusahaan Trina Solar Co, Ltd, pemimpin global dalam energi terbarukan asal China, dan Sinar Mas Group. Perusahaan ini pernah dinilai sebagai salah satu grup terbesar di Indonesia oleh Forbes, dan anak perusahaan PLN, pembangkit listrik terbesar pemasok di Indonesia.
“Operasional perusahaan ditangani oleh Trina Solar, yang memiliki keunggulan teknis yang kuat, keunggulan platform, keunggulan inovasi, dan keunggulan saluran. Kumulatif pengiriman 210 produknya selalu menjadi yang pertama di dunia posisi,” ujarnya.
Xu Ming menjelaskan, personel teknis inti dan personel manajemen diperlukan untuk sel TOPCON dan 210 Modul yang diproduksi oleh TMAI, yang merupakan tren teknologi arus utama saat ini, semuanya berasal China.
“Kami berencana meneruskan teknologi dan manajemen inti Trina pengalaman kepada karyawan lokal kami di Indonesia, dalam satu sampai dua tahun ke depan. Untuk itu bahasa diperlukan untuk mengajar dan pembawa pengetahuan sangat penting, yang juga menjadi tujuan kami membuka kursus pelatihan ini,” jelasnya.
“Bahasa juga merupakan pembawa peradaban manusia. Di mana Tiongkok dan Indonesia memiliki sejarah pertukaran yang panjang, mulai dari Zheng, saat itu dirinya juga melakukan perjalanan ke Barat dari tahun 1405 hingga 1433, dan ke Sam Po Kong reruntuhan yang tersisa di Semarang, hingga pembangunan bersama “Belt and Road” di abad ke-21,” imbuh Xu Ming.
Dirinya juga mengungkapkan, saat ini Indonesia juga menjadi negara dengan jumlah terbanyak etnis China di dunia. Hubungan persahabatan kedua negara telah membawa peluang baru yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk studi kami dan bekerja.
“Jadi kita harus belajar satu sama lain dan membuat kemajuan bersama. Padahal hari ini adalah upacara pembukaan Mandarin kelas pelatihan, kami juga akan mengadakan pelatihan bagi karyawan Tiongkok belajar bahasa Indonesia, termasuk saya sendiri, akan memimpin pembelajaran,” papar Xu Ming.
Di satu sisi, pihaknya akan bertukar pekerjaan dan pengalaman teknis. Selain itu, pihaknya juga akan bertukar adat istiadat budaya masyarakat dua negara.
“Sehingga dapat memiliki pemahaman yang lebih mendalam tentang masing-masing negara dan membantu hubungan persahabatan kedua negara untuk tingkat baru,” tandasnya.
Pada kesempatan itu, Xu Ming mengibaratkan para peserta seperti matahari baru bangun di pagi hari, penuh harapan dan vitalitas.
“Saya percaya bahwa bergabung TMAI adalah pilihan yang sangat tepat, karena TMAI termasuk dalam industri fotovoltaik energi baru,” ujarnya.
Saat ini, seluruh dunia sedang mengalaminya, mempromosikan energi baru, terutama fotovoltaik, karena sinar matahari tidak ada habisnya, dan penggunaan fotovoltaik dapat mengurangi karbon emisi dan mengurangi polusi karbon.
“Sama seperti perusahaan kami selama ini mempraktekkan pemanfaatan penggunaan energi matahari untuk memberi manfaat bagi seluruh umat manusia. Itu pilihan tepat ditambah usaha sendiri pasti akan membuahkan kesuksesan masa depan,” tandas Xu Ming.
“TMAI bersedia memberi pembelajaran yang sangat baik dan platform pengembangan untuk masa depan. Ayolah, silakan bekerja keras di jalan pembelajaran, pertumbuhan, dan kerja,” imbuhnya.
Sementara Sekda Kendal, Sugiono mengapresiasi digelarnya Pelatihan Bahasa Mandarin kepada para calon tenaga kerja. Menurutnya hal itu sebagai dukungan dalam pengurangan angka kemiskinan di Kendal.
“Selamat kepada 30 peserta pelatihan yang lolos dari hasil penjaringan di Mini Job Fair beberapa waktu lalu,” ujarnya.
Sekda memaparkan, saat ini prosentase angka pengangguran di Kabupaten Kendal sebesar 5,76 persen atau 36.528 orang, dan mengalami penurunan 1,58 persen. Sedangkan di Kawasan Ekonomi Khusus membutuhkan 17 ribu tenaga kerja yang terampil.
“Semoga dengan adanya pelatihan ini, dapat meningkatkan kapasitas dan kualitas calon tenaga kerja di Kabupaten Kendal. Sehingga benar-benar siap untuk terjun di dunia kerja,” ungkapnya.(HS)