in

Pria Lansia Ditemukan Meninggal Gantung diri di Warung Dekat Unika Semarang

Lokasi pria lansia ditemukan meninggal dunia gantung diri di salah satu warung dekat Kampus Unika Kota Semarang, Senin (19/8/2024).

HALO SEMARANG – Seorang pria lanjut usia (lansia) ditemukan meninggal dunia gantung diri di salah satu warung dekat Kampus Unika Kota Semarang, Senin (19/8/2024) pagi.

Korban berinisial SW ini merupakan penjaga kos-kosan di Jalan Pawiyatan Luhur Semarang. Pria berusia 66 tahun itu ditemukan tak bernyawa oleh pemilik warung bernama Antonius.

Ia mengaku melihat korban gantung diri ketika sedang membuka warungnya. Setelah melihat kondisi kematian korban, Anton langsung minta bantuan warga sekitar .

“Saya lalu lari-lari teriak dan minta tolong ke warga sekitar untuk lapor polisi,” ujarnya.

Anton mengaku kenal dekat dengan korban sebagai penjaga kosan. Dirinya terakhir bertemu korban pada Kamis 15 Agustus 2024. Saat terakhir bertemu itu dia merasa tidak ada yang aneh dari korban. Korban ketika di warungnya juga sudah biasa minta makan.

“Biasanya di sini saya kasih makan. Lalu juga minta kopi,” bebernya.

Sementara kerabat korban, Feri Setiawan (61) menyebut jika akhir-akhir ini sering melihat korban seperti sedang gelisah. Korban juga sudah tidak pernah bercerita tentang kondisinya.

“Dia nggak pernah cerita tapi terakhir memang gelisah,” tuturnya.

Sebelum kejadian, Feri mengungkapkan jika korban sering meminjam uang kepada dirinya meski baru menerima gajian.

“Saya sering heran, habis terima gaji itu sering langsung habis. Nggak tahu buat apa. Terus minta duit gitu ya saya kasih,” jelasnya.

Ia mengatakan jika tak tahu pasti permasalahan korban. Dirinya juga tak yakin korban terjerat judi mengingat korban gagap teknologi (gaptek).

“Handphone aja jadul,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Kanitreskrim Polsek Banyumanik, Iptu Tri Sutrisno menuturkan jika korban baru ditemukan pada pukul 10.00 WIB. Dari pemeriksaan sementara, korban tidak meninggalkan pesan apapun dan hanya ada dompet serta fotokopi KTP di sakunya.

Setelah dievakuasi, Tri Sutrisno menyatakan jika jenazah tidak akan diotoposi karena keluarga sudah sepakat kejadian ini murni gantung diri.

“Korban langsung dibawa pulang ke Kudus. Mau dimakamkan di samping makam istrinya,” tutupnya. (HS-06)

Peringati HUT Ke-79 Provinsi Jateng,  Nana Sudjana Serukan Pemberantasan Narkoba hingga ke Desa

Tonjolkan Air Mancur Menari, Taman Brilian Pandanaran Jadi Daya Tarik Warga