HALO SEMARANG – Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden, mengutuk penembakan pada rapat umum Donald Trump, di Pennsylvania.
Dalam aksi tersebut, mantan Presiden AS Donald Trump selamat dan hanya menderita luka pada telinga.
Namun demikian satu peserta rapat umum meninggal dunia dan dua penonton lainnya terluka.
“Saya telah diberi tahu tentang penembakan pada rapat umum Donald Trump di Pennsylvania,” kata Joe Biden, dalam pernyataannya seperti yang dirilis laman resmi Gedung Putih, whitehouse.gov.
Biden juga menyampaikan rasa syukur setelah mendengar bahwa Trump selamat dalam peristiwa itu.
“Saya bersyukur mendengar bahwa dia aman dan baik-baik saja. Saya berdoa untuk dia dan keluarganya dan untuk semua orang yang hadir pada rapat umum tersebut, sambil menunggu informasi lebih lanjut,” kata Biden.
Presiden negeri adidaya tersebut juga mengungkapkan, dia bersama istrinya, Jill Tracy Biden, berterima kasih kepada Secret Service (Dinas Rahasia), yang telah menyelamatkan Donald Trump.
“Tidak ada tempat untuk kekerasan seperti ini di Amerika. Kita harus bersatu sebagai satu bangsa untuk mengutuknya,” tegas Biden.
Sementara itu Menteri Keamanan Dalam Negeri, Alejandro N Mayorkas, juga merilis pernyataan mengenai penembakan, pada kampanye mantan Presiden Donald Trump di Pennsylvania hari ini.
“Direktur Dinas Rahasia AS Cheatle dan saya telah memberi pengarahan kepada Presiden Biden tentang penembakan hari ini di Pennsylvania,” kata dia seperti dirilis dhs.gov, yang merupakan media resmi Departemen Keamanan Dalam Negeri Amerika Serikat atau US Department of Homeland Security (DHS).
Dia mengatakan DHS dan Dinas Rahasia, bekerja sama dengan mitra penegak hukum lainnya, untuk menanggapi dan menyelidiki penembakan tersebut.
Pihaknya mengutuk keras kekerasan ini, dan memuji Dinas Rahasia atas tindakan cepat mereka.
“Kami terlibat dengan Presiden Biden, mantan Presiden Trump, dan kampanye mereka, dan mengambil segala tindakan yang mungkin untuk memastikan keselamatan dan keamanan mereka. Menjaga keamanan calon Presiden dan acara kampanye mereka adalah salah satu prioritas paling penting Departemen kami,” kata dia.
Pernyataan senada juga disampaikan Pernyataan Menteri Pertahanan Lloyd J. Austin III.
Melalui laman defense.gov, Austin menyatakan seluruh Departemen Pertahanan mengutuk aksi penembakan ini.
“Kekerasan ini sama sekali tidak mempunyai tempat dalam demokrasi kita,” kata dia.
Dengan tegas dia menyatakan kekerasan bukan cara menyelesaikan perbedaan di Amerika, dan hal seperti ini tidak boleh terjadi.
“Saya lega karena laporan menunjukkan bahwa mantan Presiden Trump selamat, dan saya berdoa untuk dia dan keluarganya serta semua orang yang terkena dampak insiden mengerikan ini,” kata dia.
Penembakan pada Trump ini juga membuat sejumlah pihak bereaksi, Senator dari Partai Republik, Ted Cruz, mengungah foto tentang peristiwa itu, dalam akun media sosial X miliknya, @tedcruz.
Dalam unggahan itu dia menyampaikan pernyataan yang memuji Trump.
“Extraordinary. God bless President Trump. ( Luar biasa. Tuhan memberkati Presiden Trump),” kata dia dalam unggahannya.
Untuk diketahui, Donald Trump ditembak di telinga saat kampanye pada Sabtu (13/7/2024) waktu setempat.
Segera setelah menyadari dirinya tertembak, kandidat presiden dari Partai Republik itu mengepalkan tinjunya ke arah kerumunan. “Lawan! Lawan! Lawan!” teriaknya sebelum dibawa pergi oleh para pasukan pengawal presiden.
Dalam aksi yang menyebabkan satu peserta rapat umum meninggal itu, Dinas Rahasia bergerak cepat dengan menembak si penembak. Insiden itu juga diduga kuat merupakan upaya pembunuhan berencana.
“Saya tertembak dengan peluru yang menembus bagian atas telinga kanan saya,” kata Trump kemudian di platform Truth Social miliknya setelah penembakan di Butler, Pennsylvania, sekitar 30 mil (50 km) utara Pittsburgh. “Banyak pendarahan terjadi.”
Penembakan itu terjadi kurang dari empat bulan sebelum pemilu 5 November, ketika Trump menghadapi pertandingan ulang pemilu dengan Presiden Demokrat Joe Biden. (HS-08)
