HALO KUDUS – Kebakaran hebat di Pasar Barang Bekas (Babe) Kudus, Rabu (5/6/2024) dini hari, diperkirakan mengakibatkan kerugian material hingga miliaran rupiah.
Plt Kepala Dinas Perdagangan Kudus, Andi Imam Santosa, seperti dirilis kudusnews.kuduskab.go.id, mengatakan di pasar yang merupakan tempat usaha bagi 200 pedagang tersebut, terdapat 276 kios terdampak kebakaran.
“Kami belum menghitung jumlah kerugian secara rinci, namun sementara berkisar 1,5 hingga 2 miliar rupiah. Untuk jumlah pedagang terdampak ada 200 an dengan jumlah kios 276,” kata dia, seperti dirilis kudusnews.kuduskab.go.id.
Pihaknya menambahkan, ada beberapa item barang dagangan yang hangus terbakar dalam kejadian tersebut, di antaranya baju bekas, suku cadang kendaraan, berbagai macam buku, hingga perlengkapan alat kerja.
“Hampir semua jenis barang kebutuhan masyarakat dijual di sini dan sebagian besar hangus terbakar,” imbuhnya.
Setelah pemadaman dilakukan, petugas melanjutkan dengan melakukan pendinginan, untuk mencegah munculnya api lagi, karena masih ada bara yang belum benar-benar padam.
Sementara itu setelah menerima informasi adanya kebakaran, Penjabat (Pj) Bupati Kudus, M Hasan Chabibie meninjau lokasi tersebut, Rabu (5/6/2024).
Dalam tinjauannya, Pj Bupati menerima beberapa permintaan dari para pedagang.
Mereka antara lain meminta agar pemerintah membuatkan kios-kios darurat, sebagai lapak dasaran sementara untuk para pedagang
Pemkab Kudus juga diminya untuk berkoordinasi dengan perbankan, agar dapat memberikan keringanan angsuran, mengingat sebagian besar pedagang mendapatkan modal dari pinjaman bank.
Pemkab Kudus juga diminta secepatnya membangun kembali Pasar Babe, agar aktivitas berniaga dapat kembali berjalan normal, sehingga terjadi perputaran uang yang stabil di lokasi tersebut.
“Beberapa permintaan pedagang akan kita akomodasi dan nantinya akan kami koordinasikan sehingga yang bisa dilakukan akan secepatnya kami laksanakan,” kata Pj Bupati Kudus.
Hasan Chabibie juga mengimbau seluruh pedagang dan pengelola pasar, agar mengecek secara berkala instalasi listrik di tempat mereka berusaha. Hal itu demi meminimalisasi kemungkinan terjadinya musibah kebakaran.
Musibah yang terjadi diharap dapat menjadi sebuah peringatan dan pengingat bersama untuk saling menjaga dan memperhatikan lingkungan sekitar.
“Semoga kejadian ini dapat menjadi warning kita semua untuk bersama memperhatikan lingkungan sekitar, khususnya yang terkait dengan instalasi,” kata dia.
Sementara itu terkait musibah kebakaran, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Kudus, Kholid Seif mengatakan belasan mobil pemadam kebakaran dikerahkan diterjunkan untuk menjinakkan api.
Mobil pemadam itu antara lain dari Satpol PP, PT Djarum, PT Pura, Polres Kudus, BPBD, dan pemerintah desa Jati Wetan.
Dia menyebut api cepat membesar lantaran banyaknya barang yang mudah terbakar. (HS-08)