HALO SPORT – Status petarung terbaik dari yang terbaik di Ultimate Fighting Championship (UFC) masih menjadi perdebatan seru.
Kemenangan atas Dustin Poirier seharusnya kian menegaskan nama besar Islam Makhachev di panggung UFC.
Makhachev sudah menyandang sebagai raja lintas divisi UFC setelah menaklukkan Alexander Volkanovski, Oktober lalu.
Namun, Presiden UFC Dana White menolak untuk mengakui bahwa Makhachev adalah petarung terbaik.
Meski merupakan petarung nomor satu pound for pound, bukan berarti Makhachev telah menjadi yang terbaik dari yang terbaik.
Menurut White, raja UFC yang sesungguhnya adalah Jon Jones, juara kelas berat.
’’Jones tak pernah kalah dalam pertarungan. Dia juga telah melawan semua petarung terbaik di dunia,’’ ujar White seperti dilansir dari MMAFighting.
’’Selama Jones masih bertarung, aktif dan berada di peringkat teratas, tak ada (orang lain) yang menjadi petarung terbaik di dunia,’’ tambahnya.
Satu-satunya catatan merah Bones, julukan Jon, terjadi karena dirinya sendiri.
Dia didiskualifikasi karena pukulan ilegal dalam duel melawan Matt Hamill pada 2009.
Dalam pandangan Dana, Jones tak berubah setelah vakum selama tiga tahun dengan kembali bertarung melawan Ciryl Gane pada Maret 2023.
’’Tak ada yang pernah kembali dari tiga tahun istirahat dan terlihat sama. Jon adalah yang terbaik yang pernah ada,’’ jelasnya.
Apa yang dilakukan Makhachev dengan mengalahkan Volkanovski dua kali, lanjut White, belum cukup untuk disebut sebagai yang terbaik.
Bones kemudian menanggapi pujian dari White.
’’Rasanya luar biasa untuk mendapatkan pengakuan seperti itu dari sang bos. Saya tahu para pembenci tak akan menyukai komentarnya, tapi Dana adalah orang yang sulit untuk didebat,’’ ungkap Jones. (HS-06)