in

Upaya Kurangi Blank Spot Zonasi, Disdikbud Kendal Dorong Pembangunan SMP Negeri di Kaliwungu Selatan

Ilustrasi siswa sekolah.

HALO KENDAL – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kendal akan mengupayakan penambahan satu sekolah SMP negeri di wilayah Kecamatan Kaliwungu Selatan. Hal itu disampaikan Kepala Disdikbud Kendal, Ferinando Rad Bonay, Selasa (4/6/2024).

Menurutnya, pembangunan sekolah SMP di wilayah tersebut untuk mempermudah anak-anak yang ada di sejumlah desa, yang aksesnya jauh dari sekolah negeri yang sudah ada, sehingga susah masuk zonasi PPDB atau zona blank spot.

“Yang jadi pemikiran kami, akan diupayakan tambah satu SMP di wilayah Kaliwungu Selatan, terutama di wilayah Desa Kedungsuren, Darupono, Sidomakmur dan Desa Jerukgiling. Itu kami merasa perlu ada satu sekolah SMP. Karena anak-anak di sana masuk katagori blank spot zonasi, karena lokasinya jauh ke mana-mana,” ujar Ferinando.

Untuk mengatasinya, saat ini pihak Disdikbud Kendal baru bisa menampung anak-anak dari empat desa tersebut melalui zonasi khusus. Meski diakui kuota untuk zonasi khusus hanya 5 persen saja.

“Kami berupaya menampung mereka di zona khusus. Contohnya kalau anak dari Desa Darupono, nampungnya di SMP Singorojo dan SMP 1 Kaliwungu. Sedangkan anak dari Desa Kedungsuren, Sidomakmur dan Jerukgiling kita tampung di SMP 2 Kaliwungu,” jelas Ferinando.

Terpisah, Kepala Desa Sidomakmur, Ustadin saat dikonfirmasi terkait dengan rencana pembangunan SMP negeri yang dekat dengan desanya mengaku, sangat mendukung rencana tersebut.

Menurutnya, hal tersebut pernah didiskusikan dengan salah satu guru SD negeri di desanya, yang berharap dibangunnya sekolah SMP negeri di wilayah Desa Darupono, Kedungsuren, Sidomakmur maupun Jerukgiling.

“Ya di desa kami kan ada dua SD negeri, nah ada guru di salah satu SD itu berharap, di wilayah atas atau di sekitar Darupono, Kedungsuren, Sidomakmur dan Jerukgiling ada sekolah SMP negeri. Kasihan anak-anak selama ini yang ingin bersekolah negeri harus berangkat pulang jauh aksesnya, yaitu di wilayah Kecamatan Kaliwungu,” ungkap Ustadin.

Dirinya menyebut, dalam diskusi juga sempat disinggung, untuk rencana pembangunan SMP negeri nantinya, lokasi yang tepat adalah di wilayah Desa Darupono atau Desa Sidomakmur. Alasannya, untuk di desa Kedungsuren sudah ada sekolah SMP swasta.

“Ya kalau menurut kami, lokasi yang tepat untuk SMP negeri yaitu di wilayah Desa Darupono. Karena di desa kami sudah berdiri SMP swasta, takutnya nanti menggangu. Nah diskusi kami itu baru secara lisan, dan perlu diskusi lanjut,” imbuh Ustadin.(HS)

Pemprov Jateng Berhasil Pertahankan Opini WTP 13 Kali Berturut-turut

Menag Minta Jajarannya Tuntaskan Kinerja dan Beri Resonansi Positif ke Publik