in

Gelar FGD, USAID Tekankan Sebut Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Aman Perlu Komunikasi Semua Pihak

 

HALO TEMANGGUNG – Diperlukan pedampingan dari pemerintah daerah, untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya air minum dan sanitasi yang sehat.

Hal itu disampaikan diangkat dalam sebuah Focus Group Discussion (FGD) di Hotel Aliyana Temanggung, baru-baru ini untuk membahas sanitasi yang aman.

FGD menghadirkan Ahmad Khoeri, selaku Governance Specialist dari Lembaga Pembangunan Internasional Amerika Serikat atau United States Agency for International Development (USAID) Indonesia Urban Resilient Water, Sanitation, and Hygiene (Iuwash) Tangguh dan unsur dari Pemkab Temanggung.

Untuk diketahui, USAID merupakan Lembaga Pembangunan Internasional di bawah pemerintah federal Amerika Serikat.

Badan independen ini bertanggung jawab atas bantuan untuk bidang ekonomi, pembangunan, dan kemanusiaan untuk negara-negara lain di dunia.

Indonesia merupakan salah satu negara penerima bantuan dari lembaga ini, antara lain di bidang penyediaan air minum dan sanitasi yang sehat.

Dalam kesempatan itu Ahmad Khoeri juga menyampaikan bahwa kegiatan FGD ini merupakan bentuk kolaborasi antara pemerintah daerah dengan Asosiasi Pengelola SPAMS Pedesaan, atau disebut asosiasi untuk bersama-sama mencapai target air minum, maupun sanitasi aman.

Dalam FGD ini, terungkap masih terdapat beberapa kendala dalam mencapai target air minum aman, maupun sanitasi aman, salah satunya Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) yang tertimpa longsor sampah.

Adapun strategi untuk mengatasi hal ini adalah berkoordinasi dengan Asosiasi Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Sanitasi Masyarakat Seluruh Indonesia (Aksansi), agar semua Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Terpusat (SPALD-T) dilakukan penyedotan tahun ini.

“Dari hasil FGD ini, kita perlu kolaborasi untuk mengatasi sanitasi aman, tadi sudah saya sampaikan, bahwa nanti porsinya Dinpermades, Dinkes, DPUPR, DRPKPLH sesuai dengan kegiatan yang ada di instansi masing-masing, cuma perlu saling komunikasi, supaya menyelesaikan sanitasi aman, apa yang harus dilakukan masing-masing OPD,” jelasnya.

Ia berharap, adanya peningkatan kapasitas bagi Aksansi dan anggota untuk menjaga keberlanjutan pendampingan dari pemerintah daerah untuk selalu bersama-sama menjaga sanitasi aman dan akses air minum sehat

“Kami berharap, ke depannya adanya kesadaran dari masyarakat untuk selalu menjaga sanitasi aman dan akses air minum sehat,” kata dia.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bappeda) Kabupaten Temanggung, Dwi Sukarmei dalam FGD itu, mengatakan sanitasi aman selalu mendapat perhatian khusus dari Pemerintah Kabupaten Temanggung.

Dwi Sukarmei menyampaikan, bahwa RPJMN 2020-2024 mengamanatkan 100 persen akses air minum layak, termasuk 15 persen akses air minum aman.

Untuk mencapai target tersebut, perlu upaya keras bagi semua pihak untuk bergerak bersama.

“Diskusi tadi kami sampaikan kepada teman-teman semuanya, tahun 2024 tinggal 7 bulan, targetnya masih banyak sekali. Untuk itu saya tekankan, agar diskusinya lebih condong ke yang sanitasi,” jelasnya.

Selanjutnya disampaikan kepada pihak terkait untuk melakukan cek data dan lokasi secara mendetail melalui Satgas yang ada.

“Cari solusi-solusi yang terbaik, libatkan perbankan, CSR, TJSLP untuk mendukung ini semuanya. Saya yakin kalau ini dikeroyok bersama, target ini dapat tercapai,” tandasnya. (HS-08)

Pemalang Kini Punya Perda Pemberdayaan Desa Wisata

Perayaan HUT Sragen, Tiga Dalang Berkolaborasi Dalam Gelar Wayang Kulit Semalam Suntuk