HALO PEKALONGAN – Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Dindagkop-UKM) Pemerintah Kota Pekalongan, menggelar pelatihan pemasaran online “Banjir Orderan Menggunakan Tiktok Marketing”, di aula Dindagkop-UKM Kota Pekalongan sejak 30-31 Mei 2024.
Pelatihan digelar karena platform e-commerce tersebut, kini ramai diminati masyarakat.
TikTok Shop juga memungkinkan pengguna untuk dapat berjualan atau berbelanja secara online.
Melihat peluang besar tersebut, Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Dindagkop-UKM) Pemerintah Kota Pekalongan,
Hadir membuka pelatihan pemasaran online, Kamis (30/5/2024) Kepala Dindagkop-UKM, Supriono mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk konsistensi dan komitmen Pemerintah Kota Pekalongan dalam mewujudkan visi misi sebagai kota jasa dan perdagangan.
“Dengan perkembangan dunia yang luar biasa terutama di bidang teknologi informasi maka Pemerintah berupaya menyesuaikan itu. Saat ini yang paling ramai di samping shopee ada tiktok, dengan populernya tiktok kami ingin membantu pelaku usaha supaya bisa memanfaatkan platform ini untuk mengembangkan usahanya,” kata dia, seperti dirilis pekalongankota.go.id.
Dalam kesempatan tersebut. Supriono memberikan pesan kepada peserta yang hadir sebagai wirausahawan pemula harus punya etos kerja yang tinggi, tidak mudah menyerah, berinovasi, sigap menemukan jalan keluar ketika menghadapi masalah dan selalu memiliki pemikiran yang baru.
“Saya tekankan bisnis online perlu sikap komitmen memenuhi apa yang sudah dijanjikan baik itu soal produk maupun waktu, harus betul-betul bisa ditepati,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Perdagangan, Fitria Yuliani Kartika menyebutkan sebanyak 30 peserta didominasi usia muda.
Mereka yang terdiri atas pelaku usaha sektor batik, craft, dan kuliner tersebut, antusias mengikuti pelatihan pemasaran online.
“Di tahun lalu 2023 kita selenggarakan pelatihan pemasaran online dengan memanfaatkan platform shoppe, tahun ini kita coba untuk tiktok. Target kedepan teman-teman UMKM memiliki pemahaman dan kapasitas memadai dalam melaksanakan pemasaran online sehingga mampu meningkatkan penjualan dan mendorong perekonomian di kota Pekalongan,” bebernya.
Salah satu peserta, Iib pelaku usaha batik, warga Banyurip merasa senang dengan adanya pelatihan ini, sudah terjun berwirausaha batik selama 2 tahun pihaknya mengaku belum pernah memanfaatkan platform Tiktok, pemasaran yang ia lakukan selama ini melalui telegram.
“Mudah-mudahan ilmu baru ini, bisa menambah semangat baru untuk melakukan promosi dan usaha saya semakin sukses,” ujarnya.
Senada dengan Susana pelaku usaha kue dan roti, warga Kuripan Kidul bersyukur mendapat kesempatan untuk mengikuti pelatihan pemasaran online.
“Setelah pelatihan ini harapan saya produk saya dikenal lebih luas dengan pemasaran online dan penjualan juga meningkat,” kata dia. (HS-08)