HALO SEMARANG – Kemenag RI memperkenalkan corak baru batik haji, dalam acara launching Senam Haji Indonesia, yang dipusatkan di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Minggu (28/4/2024).
Acara ini diikuti lebih dari 28 ribu calon haji Indonesia, secara luring dan daring.
Dirjen PHU Hilman Latief, mengungkapkan dalam rangka pengadaan batik haji ini, Kemenag melibatkan UMKM di berbagai daerah di Indonesia.
“Diperkirakan per orang membutuhkan 3 meter kain untuk satu batik, jadi sekitar 700 Km banyaknya jika dibentangkan. Dan kita melibatkan banyak UMKM untuk membuatnya,” kata Hilman Latief.
Batik baru haji Indonesia ini berwarna ungu bermotif Sekar Arum Sari, yang terinspirasi dari melati putih, motif kawung, motif truntum, motif songket dan tenun, serta burung garuda.
Motif ini mengambil filososfi puspa nasional Indonesia, yang digambarkan dengan bunga melati putih yang melambangkan simbol kesucian, keagungan, kesederhanaan, ketulusan, keindahan, dan rendah hati.
Kegiatan Senam Haji dan Peragaan Batik Indonesia ini juga didukung oleh Bank Syariah Indonesia.
“Kami mengapresiasi BSI yang sudah bersedia bersama-sama memfasilitasi jemaah haji Indonesia. Kita berharap kolaborasi yang kita lakukan dengan para mitra dapat mengoptimalkan layanan bagi para jemaah,” kata Dirjen PHU Hilman Latief.
Sekjen Kemenag RI, Ali Ramdhani, mengatakan corak baru batik ini merupakan terobosan setelah 12 tahun tidak pernah berganti.
“Seragam batik ini diperoleh melalui Sayembara Desain Batik Haji pada 2023,” ujar seperti dirilis kemenag.go.id.
Pihaknya berharap seragam batik ini, lebih mencerminkan identitas Indonesia dan mudah dikenali oleh jemaah dari berbagai negara di dunia.
Selain batik, Kemenag juga menggelar launching Senam Haji Indonesia, di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta.
Ali Ramdhani mengatakan launching senam haji, bagian dari ikhtiar menjaga kebugaran para calon haji, agar bisa melaksanakan rangkaian ibadah dengan lancar, sehat dan bugar hingga saat pulang.
Menurut dia, pemerintah memberikan perhatian khusus terhadap faktor kesehatan, dalam penyelenggaraan haji tahun ini.
Setidaknya, ada dua hal yang menjadi alasan mengapa faktor kesehatan, menjadi perhatian.
Pertama kuota haji tahun ini mencapai 241.000 orang, terbanyak dalam sejarah penyelenggaraan ibadah haji Indonesia.
Dari jumlah itu, ada lebih dari 45.000 orang yang masuk kategori lanjut usia (lansia).
“Seperti 2023, tahun ini kita mengusung tagline “Haji Ramah Lansia”,” kata Sekjen.
Kedua, ada lebih 770 haji yang wafat tahun lalu. Ini juga jumlah terbanyak dalam 10 tahun terakhir.
“Kesehatan jemaah haji menjadi concern. Kita ingin jemaah haji berangkat dalam keadaan sehat, bisa menunaikan ibadah haji dengan baik, dan pulang ke tanah air juga dalam keadaan sehat,” kata dia.
Dia menyampaikan gerakan Senam Haji dikemas untuk menjaga kebugaran dan ketahanan fisik.
Gerakan senam ini disusun berdasarkan kajian dan penelitian para pakar kesehatan, agar bisa diterapkan untuk haji Indonesia. (HS-08)`