HALO KENDAL – Untuk mendekatkan kembali seluruh kerabat Kanjeng Raden Tumenggung (KRT) Wirowongso Wiguno yang tersebar di beberapa daerah, di antaranya Kendal, Semarang, Batang dan Temanggung, kerabat KRT Wirowongso Wiroguno di Desa Sidomulyo, Kecamatan Cepiring, Kabupaten Kendal menggelar Halalbihalal 1445 Hijriah, Minggu (14/4/2024).
KRT Wirowongso Wiroguno adalah keturunan ke-10 dari Kanjeng Panembahan Senopati Hing Ngalogo Ing Mataram atau Kerajaan Islam Mataram Yogyakarta.
Halalbihalal sekaligus silaturahmi digelar, dengan perpaduan tradisi Jawa, yaitu para kerabat dan panitia mengenakan busana adat Jawa, juga batik, bertujuan untuk mengenalkan kepada anak cucu sebagai generasi penerus supata tidak melupakan kekerabatan KRT Wirowongso Wiguno.
“Tujuan halalbihalal ini untuk bersilaturahmi sekaligus mengumpulkan kembali para kerabat yang terpisah supaya saling mengenal. Terutama bagi anak dan cucunya untuk tidak melupakan kekerabatan KRT Wirowongso Wiguno,” terang Raden Tumenggung Sukadi Dwijadipura, selaku keturunan KRT Wirowongso Wiguno.
Dijelaskan, KRT Wirowongso Wiroguno memiliki tujuh orang anak, yang salah satu di antaranya adalah Raden Sewas Ketur Sasrowijoyo. Dari Raden Sewas Ketur tersebut secara turun-temurun sampai pada Raden Tumenggung (RT) Sukadi Dwijadipura, yang merupakan turunan ke-5.
“Kiai KRT Wirowongso hidup pada zaman Diponegoro. Pada saat terjadi perseteruan dengan Belanda, pihak keraton meminta agar KRT Wirowongso untuk mengasingkan ke luar daerah Yogyakarta,” jelas RT Sukadi Dwijadipura.
“Beliau mengasingkan diri dari Keraton Yogjakarta menuju daerah Semarang sampai Batang, kemudian balik ke Timur, yang akhirnya sampai di Desa Sidomulyo, Kecamatan Cepiring dan menetap hingga meninggal dunia di sini,” imbuhnya.
Senada disampaikan ulama setempat, Kiai Mahfud Syaefudin yang berharap, supaya ke depan akan terjalin hubungan silaturahmi yang erat sesama kekerabatan KRT Wirowongso. Selain itu untuk memberikan pengertian kepada kepada seluruh anggota agar mengenal jalur kekerabatan keturunan Panembahan Senopati.
“Banyak yang belum tahu, siapa itu Panembahan Senopati. Maka melalui kegiatan silaturahmi seperti ini, mereka menjadi tahu, sekaligus menjaga kekerabatan. Karena menjaga hubungan kekeluargaan itu penting. Dengan menjaga kekerabatan, maka akan saling mendoakan, dan selalu mendoakan para leluhur,” ujarnya.(HS)