HALO KENDAL – Penyelesaian Dinas Kesehatan Kabupaten Kendal soal masalah kekhawatiran dan keresahan para tenaga honorer, baik tenaga kesehatan maupun non-kesehatan (nakes dan non nakes), terkait dengan nasib mereka mendapatkan apresiasi dari Komisi D DPRD setempat.
Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Kendal, Mahfud Sodiq mengatakan, masalah nakes dan non nakes tersebut menjadi perhatian pihaknya. Karena Dinas Kesehatan merupakan Organisasi Perangkat Daerah mitra kerja dari Komisi D.
Politisi PKB yang kembali maju sebagai Caleg DPRD dari Dapil Kendal 4 tersebut, usai mengikuti rapat Paripurna DPRD Kendal mengatakan, dirinya mengapresiasi penyelesaian permasalahan dengan diadakannya audiensi antara pihak Dinas Kesehatan dengan perwakilan tenaga honorer.
“Ya kami memantau perkembangan, dan alhamdulillah permasalahan sudah diselesaikan dengan baik melalui audiensi antara Dinkes dengan nakes dan non-nakes di Kabupaten Kendal. Sehingga ada kepastian terkait masa depan para nakes dan non-nakes di Dinkes Kendal,” ungkap Mahfud, Rabu (31/1/2024).
Dirinya juga berharap, adanya informasi kurang valid yang disampaikan di group whatsapp sehingga membuat keresahan di kalangan tenaga kesehatan dan non-kesehatan di Kendal, ke depannya jangan sampai terulang kembali.
“Ya seharusnya itu menjadi catatan dan evaluasi dinas terkait, dalam memberikan informasi harus dilihat dulu efeknya. Sehingga hal-hal seperti ini tidak terulang lagi ke depannya,” imbuh Mahfud.
Sebelumnya, Kepala Badan Kesbangpol Kendal, Alfebian Yulando yang juga hadir dalam audiensi di Dinas Kesehatan mengatakan, dirinya selaku yang diperintah oleh Bupati dan Wakil Bupati Kendal untuk meredam gejolak yang terjadi di kalangan tenaga kesehatan dan non-kesehatan di Kendal, mengapresiasi penyelesaian permasalahan oleh Dinkes.
Menurut dia, dengan adanya audiensi, maka tercipta suasana yang kondusif. Apalagi saat ini memasuki tahun politik. Maka, dengan audiensi akan tercipta diskusi-diskusi untuk mencari solusi yang terbaik dan dapat diterima masing-masing pihak.
Namun, lanjut pria yang akrab disapa Febi tersebut, alangkah indahnya, jika masyarakat maupun elemen di Kendal yang akan menyampaikan pendapatnya secara terbuka, maka terlebih dahulu dilakukan audiensi seperti yang dilakukan nakes/non-nakes dengan Dinas Kesehatan Kendal tersebut.
“Tugas dan fungsi kami salah satunya adalah cipta kondisi, menjaga kondusifitas wilayah di Kabupaten Kendal. Jadi kami mengapresiasi Kepala Dinkes beserta jajarannya, sehingga yang tadinya akan ada demo menjadi audiensi. Meski demo itu tidak dilarang undang-undang,” ujarnya. (HS-06)