in

Tenaga Kesehatan Hewan Jateng-DIY Ikuti Pelatihan di Brebes

Pelatihan Pengembangan Profesional Tenaga Kesehatan Hewan Garis Depan Batch 3 digelar di Hotel King Royal Brebes, baru-baru ini. (Foto : brebeskab.go.id)

 

HALO BREBES – Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, bekerja sama dengan Asosiasi Fakultas Kedokteran Hewan Indonesia (AFKHI), dan Indonesian Australia Red Meat Cattle Partnership (IARMCP), menginisiasi pelatihan Pengembangan Profesional Tenaga Kesehatan Hewan Garis Depan Batch 3 digelar di Kabupaten Brebes.

Peserta pelatihan merupakan dokter hewan, yang berasal dari kabupaten / kota di wilayah Jateng-DIY.

Kegiatan dibuka oleh Dekan FKH UGM Prof drh Teguh Budipitojo MP PhD, di Hotel King Royal Brebes, baru-baru ini.

“Pelatihan ini ditekankan agar tenaga kesehatan hewan garda terdepan siap untuk menghadapi wabah penyakit, terutama sektor peternakan sapi di Indonesia,” kata Teguh, seperti dirilis brebeskab.go.id.

Dia mengatakan, dalam pelatihan itu peserta mendapat pengetahuan dasar yang sama seperti saat mereka menempuh kuliah kedokteran hewan.

Namun selain materi untuk mengingatkan kembali, bagi peserta yang terpenting adalah praktik di lapangan.

“Apabila ada kejadian wabah, tindakan apa yang harus dilakukan, dan pelaporannya seperti apa, kemudian tindakan pemerintah dapat terukur, jadi penekanannya di praktik lapangan,” kata dia, seperti dirilis brebeskab.go.id.

Lebih lanjut Teguh mengatakan, pelatihan serupa dilaksanakan di 10 provinsi di Indonesia, diikuti 690 peserta.

Semuanya akan memperoleh pelatihan sejenis, pengetahuan dan keterampilan juga sama.

“Kenapa dipilih Brebes, karena kita sudah menyelenggarakan di Jogja dan Klaten, kita juga ingin melaksanakan di daerah perbatasan Jawa Tengah dan Jawa barat, maka Brebes lah pilihannya. Untuk itu saya minta dukungan dan fasilitasi dari Pemkab Brebes,” katanya.

Lanjut Teguh yang juga Ketua AFKHI, pelatihan di Brebes sangat istimewa, karena biasanya pelatihan di tempat lain hanya dilatih satu fasilitator nasional lainnya lokal. Di Brebes akan diampu penuh oleh fasilitator nasional sebanyak lima dokter hewan.

“Saya kira selama ini potensi yang ada sudah baik dan bagus, kendati demikian keterampilan dalam menghadapi wabah perlu diasah lagi, sehingga nanti kalau ada sesuatu yang mendadak tidak tergagap gagap,” tegasnya.

Pelatihan di setiap daerah berbeda prakteknya, karena penyakit yang dihadapi pun berbeda.

Akan ada semacam skenario diberikan kepada para peserta, yang kemudian melakukan investigasi penyakit apa.

Skenario ini disesuaikan dengan kejadian di wilayah. Terkait dengan Brebes, Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) dan Lumpy Skin Disease (LSD) atau cacar sapi. Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Brebes drh Ismu Subroto menyampaikan, pelatihan merupakan upaya menyiapkan tenaga kesehatan hewan yang kompeten dalam deteksi dini penyakit hewan.

“Kali ini Brebes ikut berpartisipasi dengan menjadi lokasi pelatihan, hal ini merupakan tindak lanjut dari audiensi antara Pj Bupati Brebes dengan Dekan FKH UGM pada 8 Desember 2023 lalu,” jelasnya.

Ismu mengatakan peserta pelatihan berjumlah 30 dokter hewan, dari Brebes 4 orang, 26 orang dari luar daerah, ada yang bertugas di dinas juga praktik mandiri. Pelatihan menitikberatkan pada langkah-langkah investigasi penyakit hewan.

“Berlangsung mulai hari ini, Jumat 12 sampai 15 Januari. Semoga pelatihan berjalan baik dan lancar,” ucapnya.

Dia berharap, setelah mendapatkan pelatihan tenaga kesehatan hewan DPKH Brebes dapat melakukan pengendalian dan pencegahan penyakit hewan dengan basis surveilans dan epidemiologi secara rutin, sebagai bentuk deteksi dini dan antisipasi terhadap masuknya penyakit hewan di Kabupaten Brebes. (HS-08)

Keluar dari Ruang Bedah, Senyum Anak-Anak Peserta Sunat Massal di Brebes pun Merekah

Demi Keamanan, Sejumlah Ruas Jalan Protokol di Kota Semarang Dipasang Tiang Bollard