in

USAID Iuwash Tangguh Jateng Evaluasi STBM di Temanggung

USAID Iuwash tangguh Regional Jawa Tengah mengadakan Evaluasi dan Perencanaan Implementasi Pendekatan STBM di Rumah Makan Kampoeng Sawah, Temanggung, Kamis (11/1/2024). (Foto : temanggungkab.go.id)

 

HALO TEMANGGUNG – Lembaga Pembangunan Internasional Amerika Serikat atau United States Agency for International Development (USAID) Indonesia Urban Resilient Water, Sanitation, and Hygiene (Iuwash) tangguh Regional Jawa Tengah, mengadakan Evaluasi dan Perencanaan Implementasi Pendekatan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM).

Evaluasi dilaksanakan untuk lokasi hotspot program USAID IUWASH Tangguh Kabupaten Temanggung, yaitu Desa Rowo Kecamatan Kandangan dan Desa Pendowo, Kecamatan Kranggan.

Adapun evaluasi, dilaksanakan di Rumah Makan Kampoeng Sawah, Temanggung, Kamis (11/1/2024).

Evaluasi dilakukan bersama Dinas Kesehatan, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinpermades), Puskesmas Kranggan, Puskesmas Kandangan, dan Tim Pemicuan dari Desa Rowo dan Pendowo.

Dua desa tersebut dipilih menjadi role model penerapan pendekatan STBM yang dilakukan sejak Mei 2023 lalu.

Pendekatan ini dilakukan dengan menempatkan masyarakat sebagai pelaku utama untuk membangun lingkungannya.

Edy Triyanto, SBC-GESI Specialist USAID IUWASH Tangguh, menjelaskan kegiatan yang dilakukan dimulai dari pendataan kondisi lingkungan, edukasi kepada masyarakat, pendampingan penyusunan rencana kegiatan masyarakat sampai dengan pembangunan.

“Sehingga kita ingin melihat hasil dari pendekatan yang kita lakukan, kita juga ingin mendapatkan faktor-faktor pendukung dan penghambat dari capaian, serta menyusun rencana kegiatan tindak lanjut,” kata dia, seperti dirilis temanggungkab.go.id.

Sekretaris Dinpermades Dewi Insan Kamil Pamungkas menekankan, agar Pemerintah Desa membuat regulasi untuk mengatur terkait penerapan STBM di masing-masing desa, sehingga desa mempunyai legalitas dalam melaksanakan sosialisasi kepada masyarakat.

“Setelah ada Perdes, selanjutnya disosialisasikan kepada masyarakat, sehingga masyarakat mengetahui aturan yang harus dipatuhi,” ungkapnya.

Sugiharti, Sanitarian Ahli Muda/Ketua Tim Kerja Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan mengatakan, evaluasi yang dilaksanakan nantinya akan menjadi bahan tindak lanjut perencanaan secara berkelanjutan dari bidang sanitasi, untuk  mewujudkan sanitasi dan air minum aman.

“Diharapkan dengan pelaksanaan kegiatan STBM ini mampu menurunkan kasus penyakit berbasis lingkungan, masyarakat secara aktif peduli dengan lingkungan mewujudkan Kabupaten Temanggung Sehat,” kata dia. (HS-08)

Gelar Dialog Lewat Ngopi Bareng, DPKS Apresiasi Langkah Disdik Kota Semarang

BNPB Salurkan 250 Juta untuk Korban Bencana di Banjarnegara