HALO SPORT – Demi keluar dari bayang-bayang sang kakak tiri, Valentino Rossi, Luca Marini memutuskan untuk berjuang sendiri dengan membela tim pabrikan Honda mulai MotoGP 2024.
Marini memang selalu memperkuat tim VR46 yang dibentuk Rossi sejak 2018 di kelas Moto2 hingga 2023 di kelas utama MotoGP.
Luca kini mewarisi kursi kosong yang ditinggalkan Marc Marquez.
Dengan runner-up di Moto2 menjadi pencapaian tertinggi, profil Marini terlihat remeh di antara deretan pembalap juara yang direkrut Repsol Honda selama dua dekade terakhir.
Dalam tiga musim yang dijalaninya di MotoGP, pembalap asal Italia ini juga belum pernah menang.
Namun, Marini punya sesuatu dalam dirinya sehingga bisa meyakinkan Honda untuk memberi kontrak berdurasi dua tahun saat kandidat lain cuma disodori satu tahun.
Dia berusaha menorehkan sejarah dengan namanya sendiri.
Marini (26) datang saat tim pabrikan tersukses di MotoGP itu sedang berada di posisi terendah karena gagal bersaing dalam dua tahun terakhir.
Untuk keluar dari nama besar sang kakak tiri, Luca tak menyebut The Doctor saat menceritakan asal mula kecintaannya terhadap dunia balap motor.
Rossi juga punya sejarah dengan Repsol Honda karena mempersembahkan dua gelar juara dunia pada musim 2002 dan 2003.
’’Saya sangat senang bisa memperkuat Repsol Honda. Saya tak menyangka bisa bergabung dengan Honda,’’ tutur Marini seperti dilansir dari HRC.
Luca mengaku tertantang dengan kenyataan bahwa Honda saat ini kalah jauh dari Ducati.
’’Kami mencoba membangun motor yang lebih baik dan performa yang lebih oke untuk kembali memenangkan balapan serta gelar juara dunia. Itu adalah tujuan dan target kami,’’ paparnya.
Marini bakal mendampingi Joan Mir, juara dunia MotoGP 2020. (HS-06)