in

Perbaiki Gizi Anak Stunting, Polres Bagikan Ikan Segar

 

HALO BATANG – Polres Batang bersama Kodim Batang ikut berupaya menurunkan angka stunting, dengan membagikan ikan segar kepada keluarga kurang mampu, yang memiliki anak dengan indikasi stunting.

Wakapolres Batang, Kompol Raharja, menyampaikan pembagian ikan segar ini untuk memperbaiki gizi anak-anak yang terindikasi stunting.

“1,5 ton kami bagi di area Alun-alun. Sisanya kami bagi ke masing-masing Polsek dan seluruh kecamatan,” kata dia,setelah memantau proses pembagian ikan segar di Alun-alun Batang, Kabupaten Batang, Minggu (17/12/2023).

Salah satu warga penerima, Solikhatun mengaku senang karena mendapatkan langsung ikan segar.

“Ini bisa membantu pemenuhan gizi anak saya, biar terhindar dari stunting,” kata dia, seperti dirilis batangkab.go.id.

Sebelumnya, menyambut HUT Ke-34, Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Batang menggelar bakti sosial penyuluhan dan pencegahan stunting.

Kegiatan tersebut terlaksana berkat dukungan dari Puskesmas Blado 1, yang merupakan wujud kepedulian PPI Batang terhadap masalah kesehatan anak-anak yang terindikasi stunting, di Balai Desa Wonobodro, Kecamatan Blado, Kabupaten Batang, Sabtu (16/12/2023).

Sebanyak 35 paket sembako, uang tunai, dan makanan siap santap, disalurkan bagi para orang tua yang memiliki anak terindikasi stunting.

Koordinator pelaksana Muhammad Sirojul Musthofa, menjelaskan kegiatan ini sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari tanggung jawab sosial PPI Batang.

“Kami ingin berkontribusi secara nyata dalam upaya pencegahan stunting dan memberikan dukungan kepada keluarga yang tengah menghadapi masalah kesehatan ini. Semoga kegiatan ini dapat membantu meningkatkan kualitas hidup anak-anak yang menderita stunting dan memberikan edukasi kepada masyarakat sekitar,” harapnya.

Sementara itu, Kasi Kesra Desa Wonobodro Cardani mengungkapkan masalah stunting ini telah ada dari beberapa tahun belakangan ini.

“Beberapa tahun belakangan ini, kita memang menghadapi masalah stunting yang cukup signifikan. Pada tahun 2019, tercatat ada lebih dari 50 anak yang menderita stunting di Desa Wonobodro. Namun, saya dengan senang hati menyampaikan bahwa ada penurunan jumlah kasus stunting pada tahun 2023 menjadi 36 anak. Kami berharap, dengan adanya kegiatan seperti ini, kita dapat terus menekan angka stunting di masa mendatang,” jelasnya.

Bidan Desa Wonobodro Agustina Fitriani menekankan upaya pencegahan stunting seharusnya dimulai sejak remaja dengan mencegah anemia dan merencanakan kehamilan dengan baik.

“Dengan memberikan tablet penambah darah untuk perempuan, mencegah pernikahan dini, dan merencanakan kehamilan dengan baik, kita dapat mengurangi risiko stunting dan memberikan dasar kesehatan yang baik bagi generasi mendatang,” ujar dia. (HS-08)

Peringati HUT Satpam, Polres Brebes Gelar Donor Darah dan Santuni Anak Yatim

Cegah Golput, KPU Batang Ajak Ribuan Warga Jalan Sehat