in

Kelola Data Statistik dengan Baik, Desa Bumiayu Kendal Masuk Sepuluh Besar Desa Cantik Nasional

Acara penyerahan Nominasi Desa Cantik kepada Desa Bumiayu Kecamatan Weleri, Kendal, di salah satu hotel di Jakarta beberapa waktu lalu

HALO KENDAL – Setelah berhasil menembus 20 besar sebagai Desa Cinta Statistik (Cantik) Nasional Tahun 2023, Desa Bumiayu, Kecamatan Weleri, Kabupaten Kendal, ditetapkan sebagai sepuluh besar Desa Cantik Nasional Tahun 2023 beberapa waktu lalu di Jakarta, yang dinilai oleh Tim Penilai Badan Pusat Statistik (BPS) Pusat.

Hal tersebut disampaikan Sekda Kendal, Sugiono saat jumpa pers yang digelar di Ruang Ngesti Widhi Setda Kendal, Rabu (6/12/2023).

Acara juga dihadiri Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kendal, Ardhi Prasetyo beserta jajaran, perwakilan BPS Kendal dan Dispermasdes Kendal, Camat Weleri, Dwi Cahyono Suryo, serta Kepala Desa Bumiayu, Istaroh bersama Sekretaris Desa, Dwi Santoso.

“Kami selaku Pemerintah Daerah mengapresiasi apa yang telah dilakukan oleh Pemerintah Desa Bumiayu dalam menyajikan data statistik secara transparan dan ankutabel. Sehingga bisa melalui tahapan penjaringan dari ratusan desa kemudian mengerucut menjadi 20 besar dan akhirnya bisa meraih sepuluh besar sebagai Desa Cantik Nasional Tahun 2023,” ujar Sugiono.

Sekda Kendal juga mengapresiasi keterlibatan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Kendal yang turut memberikan pembinaan kepada pemerintah desa, dalam pengelolaan hingga menyajikan data statistik desa.

“Kami apresiasi keterlibatan OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kendal, salah satunya dari Dinas Kominfo Kendal yang telah ikut mempublish data yang telah diinventarisir oleh pemerintah desa supaya disempurnakan. Sehingga masyarakat bisa melihat langsung aplikasi desa online yang terintegrasi website desa yang lebih praktis,” imbuhnya.

Sekda Kendal berharap, apa yang telah dilakukan dan diraih Desa Bumiayu ini bisa diikuti 286 desa maupun kelurahan lainnya yang ada di Kendal.

“Desa Bumiayu ini bisa dibilang sebagai pilot project dalam pengembangan data statistik yang ada di desa. Harapannya bisa diikuti desa-desa lain di Kabupaten Kendal. Karena data statistik, juga bisa sebagai panduan dalam menentukan program pembangunan desa,” ungkapnya.

Sebagai penutup, Sekda Kendal mengingatkan, perlu dukungan dari seluruh pihak dalam mensukseskan program Desa Cantik tersebut. Tidak cukup hanya dari BPS saja sebagai leading sektor dalam pengembangan statistik saja, namun juga perlu dukungan dari pemerintah mulai dari pemerintah pusat, daerah hingga pemerintah desa serta masyarakat.

“Dengan dukungan dari semua pihak diharapkan program ini dapat berjalan sukses dan pada gilirannya dapat memberikan sumbangsih terhadap pembangunan Indonesia. Kini saatnya desa bersolek dengan data dan potensi yang dimiliki sehingga menjadi Desa Cantik,” pesannya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kominfo Kendal, Ardhi Prasetyo mengatakan, tujuan umum dari program Desa Cantik adalah untuk meningkatkan literasi, kesadaran dan peran aktif perangkat desa/kelurahan dan masyarakat dalam penyelenggaraan kegiatan statistik.

Tujuan berikutnya yaitu standardisasi pengelolaan data statistik untuk menjaga kualitas dan keterbandingan indikator statistik.

“Selanjutnya adalah optimalisasi penggunaan dan pemanfaatan data statistik sehingga program pembangunan di desa atau kelurahan tepat sasaran. Tujuan yang terakhir adalah untuk membentuk agen-agen statistik pada level desa maupun kelurahan,” ujar Ardhi.

Sementara itu, Sekretaris Desa Bumiayu, Dwi Santoso memaparkan, kriteria penilaian Program Desa Cantik pada tingkat desa, dengan beberapa kriteria yang sudah ditentukan. Di antaranya keberadaan komputer atau internet di kantor desa/kelurahan serta memiliki potensi produk unggulan.

“Selain itu SDM dan operator di desa yang cukup mumpuni untuk mengemban tugas sebagai operator Desa Cantik. Sebab, kriteria penilaian dalam program Desa Cantik ini cukup banyak, mulai dari input, proses sampai output data yang harus lengkap dan akurat,” bebernya. (HS-06)

 

Mbak Ita Minta Dinkes Lakukan Monitor Ketat Penyakit Pneumonia

AM Hendropriyono Temui Prabowo, Bicara Pilpres?