in

Hari Batik Nasional 2023, Ini Harapan Pemkab dan UMKM Batik Lokal Khas Kendal

Hari Batik Nasional 2023 Kabupaten Kendal.

HALO KENDAL – Dengan telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Lisan dan Nonbendawi oleh UNESCO pada tahun 2009, menjadikan batik dinilai sebagai salah satu simbol kebangkitan ekonomi Indonesia di subsektor fesyen. Maka tidak heran jika batik menjadi salah satu warisan budaya Indonesia yang mendunia.

Yang menarik, setiap daerah di Indonesia memiliki ciri khas motif dan corak batik yang berbeda-beda. Indonesia mempunyai beberapa motif yang terkait dengan budaya setempat. Beberapa faktor yang mempengaruhi lahirnya motif-motif batik antara lain adalah letak geografis.

Uniknya, setiap motif batik yang digambarkan menyimpan makna dan nilai filosofi tersendiri. Baik itu berdasarkan kepercayaan maupun budaya dari setiap daerah.

Misal di daerah pesisir akan menghasilkan batik dengan motif yang berhubungan dengan laut, begitu pula dengan yang tinggal di pegunungan akan terinspirasi oleh alam sekitarnya, sifat dan tata penghidupan daerah, kepercayaan dan adat di suatu daerah, serta keadaan alam sekitar termasuk flora dan fauna.

Di Hari Batik Nasional 2023, Pemerintah Kabupaten Kendal terus berupaya untuk mempertahankan batik sebagai warisan budaya. Maka dari itu generasi muda harus didukung terutama yang memang menjadikan sebagai minat dan bakat.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kendal, Sugiono mengatakan, pada momentum Hari Batik Nasional, Pemkab Kendal selalu menanamkan jiwa nguri-uri budaya membatik kepada masyarakat, khususnya generasi muda.

“Penetapan Hari Batik Nasional tersebut merupakan usaha pemerintah dalam meningkatkan martabat bangsa Indonesia, tugas kita terus mendorong generasi muda gerakan belajar dengan menyalurkan minat bakat, terutama di bidang membatik,” ujarnya, saat dimintai tanggapan terkait Hari Batik Nasional 2023, Senin (2/10/2023).

Selain itu, lanjut Sekda, pihaknya juga mendorong para pelaku UMKM produk batik, supaya bisa memajukan batik lokal Kendal, sehingga bisa dikenal semakin luas dan berimbas kepada peningkatan perekonomian.

Sugiono menambahkan, di era globalisasi, seharusnya batik mengikuti perkembangan zaman, namun tidak boleh terlepas dari ciri khas batik Indonesia. Hal itu menurutnya, membuat produk batik bisa bertahan di era globalisasi saat ini.

“Batik haruslah mengikuti perkembangan zaman. Sebagai contoh model baju atau pakaian dibuat lebih modern, namun tetap menggunakan motif batik Indonesia,” ujar Sugiono.

Sekda juga berharap, pelestarian batik nusantara oleh Bangsa Indonesia, bisa dilakukan dengan cara tetap membeli dan memakai batik di acara formal ataupun aktivitas sehari-hari.

“Misalnya menggunakan batik di hari-hari tertentu dalam bekerja, saat datang ke pesta atau pertemuan resmi yang ditetapkan dalam dress code, dan acara lainnya,” lanjut Sugiono.

Untuk itulah Pemkab Kendal berkomitmen untuk mengembangkan batik khas Kendal, sebagai salah satu pengembangan potensi lokal. Kemudian memperbanyak koleksi motif batik khas Kendal yang terbatas, serta diversifikasi produk, dan dukungan lingkungan.

“Solusi yang ditawarkan adalah memperkuat industri melalui pelatihan, kemudian lokakarya, dan bantuan teknis dalam pengembangan produk, bekerjasama dengan instansi untuk penggunaan produk dan menggelar pameran produk, serta pelatihan digitalisasi pemasaran,” ungkap Sugiono.

Sementara itu salah satu pengrajin batik, Widji Astuti berharap, batik Kendal dapat lebih dikenal hingga luar daerah di seluruh Indonesia. Menurutnya, Kendal memiliki banyak pengrajin batik yang hingga saat ini masih eksis dengan kreasi batik, terutama batik khas Kendal.

“Kita berharap semoga batik Kendal bisa dikenal lebih luas lagi. Karena sepertinya batik Kendal ini belum banyak dikenal. Kemarin pas saya di Semarang aja sempat ditanya apa ada batik Kendal,” terangnya.

“Kami berharap ada dorongan dari Pemerintah Kabupaten Kendal untuk pengembangan batik khas Kendal ini. Karena, kalau UMKM tidak ada pendorong dari instansi terkait, ya kita juga akan mengalami kesulitan. Terutama dalam hal promosi,” harap pemilik Batik Widji Kendal. (HS-06)

Jokowi Minta Masyarakat Beri Kritik Terhadap Kereta Cepat Jakarta-Bandung

Sabu-Sabu Seberat 1 Kilogram Hasil Penindakan BNNP Jateng Dimusnahkan