in

Musim Hujan di Jateng Diprediksi Dimulai pada Oktober 2023, BMKG: Curah Hujan Lebih Rendah dari Tahun Lalu

Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Jateng BMKG, Sukasno saat ditemui di kantornya Jalan Siliwangi Kota Semarang, Selasa (19/9/2023).

HALO SEMARANG – Musim hujan di Jawa Tengah diprediksi akan dimulai pada awal bulan Oktober 2023. Paling awal pada bulan Oktober Dasarian I dan paling akhir pada bulan Desember Dasarian I.

Rinciannya yaitu 13 ZOM (24.0%) pada bulan Oktober 2023, 35 ZOM (65.0%) pada bulan November 2023 dan 6 ZOM (11.0%) pada bulan Desember 2023. Kemudian puncak musim hujan umumnya diprakirakan terjadi pada bulan Februari 2024 yakni bulan Desember sebanyak 5 ZOM (9.2%), bulan Januari 2024 sebanyak 11 ZOM (20.4%) dan Februari sebanyak 38 ZOM (70.4%).

Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Jateng BMKG, Sukasno mengatakan, curah hujan di tahun tersebut lebih rendah dibanding tahun sebelumnya. Hal ini disebabkan karena El Nino masih mengikuti dan berlangsung sampai awal tahun 2024.

“Curah hujan lebih rendah dari tahun lalu. Kami prekdisikan di bulan Februari 2024 ini (El Nino) masih kelihatan sehingga mengurangi jumlah curah yang ada,” ujarnya saat ditemui di kantornya Jalan Siliwangi Kota Semarang, Selasa (19/9/2023).

Meski demikian, perkiraan tersebut tidak menutup kemungkinan untuk kewaspadaan dampak musim hujan. Apalagi, di awal tahun 2024 juga diprediksi terjadi puncak musim hujan.

“Jadi pengertiannya begini, kalau puncak musim hujan berdasarkan curah hujan selama satu bulan 150, bisa jadi seperti tahun kemarin satu hari itu ditumpahkan dalam satu waktu dan itu menimbulkan sesuatu yang kita harapkan. Nah itu yang perlu kita waspadai dan perlunya kita untuk mengupdate terus,” jelasnya.

Dirinya menerangkan jika hujan lebat di tiga tahun sebelumnya terjadi karena fenomena La Nina. Dan jauh-jauh sebelum musim hujan, pihaknya sudah menginformasikan jika bakal terjadi curah hujan yang tinggi.

“Jadi kami sudah sampaikan di tahun itu 2020 akan fenomena La Nina akan menyertai musim hujan dan benar adanya,” bebernya.

Sedangkan untuk tahun 2024, fenomena kebalikannya yakni El Nino masih menyertai musim hujan yang akan datang. Meski demikian, fenomena tersebut di bulan September indeksnya sudah mulai menurun.

“Mudah-mudahan segera hilang dan normal kembali. Sebenarnya fenomena ini terjadi enam tahunan, namun kali ini terjadi dalam kurun waktu tiga tahunan,” paparnya.

Disisi lain, Sukasno menjelaskan jika masa hujan akan berbeda-beda di tiap daerah. Hal ini dipengaruhi karena faktor topografi di tiap wilayah. Biasanya, di zona musim di Jawa Tengah ini ada 54 zona musim yang sudah dikriteriakan sesuai tipe wilayah masing-masing.

“Jadi zona musim satu dan dua ini punya perbedaan tipe dan itu mempengaruhi jumlah curah hujan yang akan terjadi di wilayah itu,” terangnya.

“Untuk musim hujan yang periodik nanti lama itu daerah pegunungan bagian tengah. Jadi biasanya awal musim hujan lebih awal dia akan musim kemarau paling akhir. Jadi yang datang awal dia akan berakhir yang terakhir,” lanjutnya.

Sementara itu, dari data yang diterima, awal musim hujan tahun 2023-2024 paling awal terjadi pada bulan Oktober Dasarian 1 (awal Oktober 2023) meliputi: Kab. Pekalongan dan Batang bagian selatan, Kab. Purbalingga bagian utara sebagian Kab. Banjarnegara dan Wonosobo wilayah tenggara Kab. Pemalang sebgaian wilayah barat daya Kendal dan sebagian wilayah barat laut Temanggung.

Awal Musim Hujan Tahun 2023-2024 paling akhir terjadi pada bulan Desember Dasarian I (Awal Desember 2023) meliputi: Kota Pekalongan dan Kota Tegal, Kab. Brebes, Tegal, Pemalang, Pekalongan, Jepara, Pati dan dan Rembang bagian utara. (HS-06)

Momen Jokowi dan Prabowo Selfie Bareng Karyawan PT Pindad di Bandung

Kantor Bank Jateng Cabang Pembantu Nguter Diresmikan