in

Jokowi Tekankan Strategi Taktis untuk Jadikan ASEAN Pusat Pertumbuhan Dunia

Presiden RI Joko Widodo, saat membuka ASEAN Business and Investment Summit, di Istana Negara, Jakarta, Jumat (1/9/2023). (Sumber : tangkapan Youtube Sekretariat Presiden)

 

HALO SEMARANG – Presiden RI Joko Widodo menggaris bawahi perlunya strategi taktis, untuk menghadapi situasi dunia yang sedang tidak baik-baik saja.

Hal itu disampaikan Presiden RI Joko Widodo, saat membuka ASEAN Business and Investment Summit, di Istana Negara, Jakarta, Jumat (1/9/2023).

Dia mengatakan, pada 2024 diperkirakan pertumbuhan ekonomi ASEAN akan mencapai 4,5 persen year on year, dan ini diperkirakan menjadi yang tertinggi di dunia.

ASEAN juga menjadi kawasan paling menarik bagi Foreign Direct Investment (FDI). Presiden menyebut, pada 2022, 17 persen FDI masuk ke ASEAN.

“Ini juga tertinggi dibanding kawasan-kawasan lain,” kata Presiden, seperti disiarkan Youtube Sekretariat Presiden.

ASEAN, menurut Jokowi juga sedang menikmati bonus demografi, dengan angkata kerja ketiga terbesar di dunia.

“65 persen populasi nantinya berpotensi menjadi kelas menengah di tahun 2030,” kata Jokowi.

Setelah mendapat tepuk tangan dari hadirin, Jokowi pun menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi dan bonus demografi tersebut merupakan modal besar bagi ASEAN, untuk mencapai cita-cita menjadi Epicentrum of Growth atau pusat pertumbuhan dunia.

Namun demikian, Jokowi mengakui bahwa dunia sedang tidak baik-baik saja. Maka dari itu Jokowi menekankan pentingnya ASEAN menetapkan strategi khusus.

“Strategi ASEAN juga tidak bisa hanya biasa-biasa saja,” kata Presiden.

Menurut dia ASEAN tidak membutuhkan strategi besar, melainkan strategi taktis yang extraordinary (luar biasa).

Selain itu ASEAN juga membutuhkan kolaborasi yang semakin solid. Negara-negara ASEAN tidak bisa berjalan sendiri-sendiri, melainkan perlu kerja sama antarnegara, antarpengusaha, dan antarmasyarakat.

“Oleh sebab itu saya berharap (ASEAN) dapat berperan lebih besar dalam perumusan dan implementasi strategi taktis,” kata Jokowi.

Presiden juga menekankan bahwa kolaborasi lintas stakeholders menjadi sangat penting.

Presiden Jokowi juga berharap konsep ASEAN Incorporated yang diperkenalkan oleh ASEAN-BAC mampu menjadi jembatan komunikasi untuk menciptakan ekosistem saling menguntungkan, meningkatkan daya saing dan meningkatkan kesejahteraan ASEAN.

Reformasi Ekonomi

Sebelumnya, Ketua ASEAN-Business Advisory Council (BAC), Arsjad Rasjid, dalam laporannya mengatakan pihaknya sejak Januari lalu, telah melakukan berbagai inovasi dalam reformasi ekonomi kawasan, yang dimotori oleh kalangan bisnis ASEAN.

Kegiatan yang dilakukan, Pertama, ASEAN-BAC sebagai badan yang mewakili sektor swasta di kawasan Asia Tenggara, telah melakukan roadshow ke seluruh negara ASEAN, untuk berdialog, menyatukan pemahaman, dan mencari solusi yang tepat.

“Kedua, kami telah menyusun delapan program warisan, yang berkontribusi nyata dalam integrasi ekonomi negara ASEAN,” kata dia, seperti disampaikan melalui akun Youtube Sekretariat Presiden.

Delapan program tersebut mencakup komitmen sektor bisnis untuk memajukan UMKM, meningkatkan konektivitas digital maupun infrastruktur, mengembangkan potensi pasar karbon maupun sistem ketahanan pangan dan kesehatan yang resilien di kawasan.

Ia juga mendengar optimisme pebisnis ASEAN, terkait potensi perdagangan dan investasi intra-ASEAN yang luar biasa.

Kawasan dengan populasi yang produktif dan kreatif serta kekuatan komoditas kawasan dalam rantai pasok global Global Supplay Chain itu, dinilai bisa dioptimalkan melalui satu kerangka ASEAN incorporated.

ASEAN incorporated akan menyatukan sektor publik dan swasta untuk bekerja sama dan bergotong-royong untuk membangun ASEAN menjadi motor utama ekonomi dunia.

“Kami kalangan pengusaha, mendukung penuh upaya agar ASEAN dapat menjadi pusat pertumbuhan dunia,” kata dia.

Kekuatan utama ASEAN, menurut dia bukan hanya pada sumber dayanya, namun juga ketahanan sebagai sebuah asosiasi negara yang solid, bertumbuh saling melengkapi.

“Kekuatan utama ASEAN bukan hanya berada pada sumber dayanya, namun juga pada ketahanan kita sebagai sebuah asosiasi negara yang solid, bertumbuh dengan saling melengkapi atau kita sebut complimentary economy,” kata Arsjad Rasjid.

Arsjad mengemukakan konsep tersebut pun dipromosikan dalam roadshow yang digelar ASEAN-BAC sepanjang Keketuaan Indonesia untuk ASEAN pada tahun 2023. (HS-08)

Laga Sepak Bola Persahabatan, Dinkes Kendal Kalahkan Delima FC dengan 3 – 1

Racikan Kopi Arabika Khas Nusantara Hadir di KTT ASEAN