HALO KENDAL – Pemkab Kendal menggelar Rapat Koordinasi (rakor) pengamanan wilayah dalam rangka Antisipasi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di wilayah Kabupaten Kendal, di ruang Ngesti Widhi Setda Kendal, Selasa (22/8/2023).
Rakor dibuka oleh Wakil Bupati Kendal, Windu Suko Basuki, dan dihadiri Dandim 0715/Kendal, Letkol Inf Jenry Polii, Kapolres Kendal, AKBP Feria Kurniawan dan Forkopimda lainnya, juga Sekda Kendal Sugiono, Kepala Satpokar Kendal, para Camat, Danramil dan Kapolsek, serta perwakilan dari Perhutani KPH Kendal.
Wakil Bupati Kendal, dalam sambutannya mengatakan, rakor digelar bertujuan untuk memastikan kesiapan personel maupun peralatan yang akan digunakan untuk mengantisipasi potensi karhutla yang mengiringi periode El Nino tahun 2023 ini.
Menurutnya, dari prediksi BMKG kondisi cuaca tahun 2023 berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, yaitu kemarau yang lebih panjang atau lebih lama.
“Saya mengajak kepada semua yang hadir untuk ikut menjaga kewaspadaan dan kesiapsiagaan guna mengantisipasi terjadinya kebakaran lahan, kebun dan hutan yang ada di Kendal. Untuk itu diperlukan kesiapsiagaan dari pihak terkait,” ujar Wabup Kendal.
Pada kesempatan tersebut dirinya juga sempat menyentil ketidakhadiran beberapa camat dalam kegiatan rakor, yang menurtnya dianggap penting.
“Camat 20 kok tidak lengkap datang semua. Kalau Danramil dan Kapolsek tidak perlu saya tanya lagi pasti hadir semua, tapi kalau camat, ketika saya cek, pasti selalu tidak lengkap 20. Padahal dari tujuh ribu ASN di Kendal, 20 ini adalah yang terpilih. Jadi tunjukkan dedikasinya,” tandas Wabup Kendal.
“Ini rakor sangat penting untuk keamanan wilayah panjenengan dari tingkat camat ke bawah, ke kepala desa maupun lurah, dalam rangka untuk menghadapi ancaman kebakaran akibat kemarau. Tapi kenapa ada yang tidak datang,” imbuhnya.
Wabup Kendal mencontohkan, di wilayah Kecamatan Kaliwungu Selatan sering terjadi kebakaran sampah di eks TPA Darupono. Menurutnya, hal tersebut harus menjadi tugas camat setempat untuk ikut mengawasi, sehingga tidak melebar ke kawasan hutan.
“Tugas dari pak Camat di Kaliwungu Selatan jadi dobel, yaitu selain harus memberikan terkait pelayanan administrasi kepada masyarakat, juga harus ikut mengawasi supaya kebakaran tidak melebar ke kawasan hutan. Dan itu dibutuhkan koordinasi dengan pihak-pihak terkait, untuk pencegahannya,” tegasnya.
Sementara itu, Dandim Kendal menyinggung sistem dan kordinasi yang terjadi selama ini di Kendal. Menurutnya ada persiapan tapi tidak ada pelaksanaan, juga ada perencanaan tapi tidak ada persiapan. Sehingga tidak ada hasilnya.
“Selama dinas dua tahun di Kendal, belum pernah ada rakor terkait soal penanganan bencana. Selain itu, harusnya di setiap bencana itu berdiri posko, Fungsinya untuk mengendalikan pelaksanaan penanggulangan. Jadi posko jangan hanya ada di BPBD saja,” ungkap Letkol Inf Jenry Polii.
Sedangkan Kapolres Kendal Kapolres Kendal menginstruksikan kepada para Kapolsek supaya memerintahkan kepada para Bhabinkamtibmas untuk melakukan pendekatan kepada masyarakat, supaya dalam membersihkan lahan atau kebun tidak dibakar sampahnya.
“Selain itu, saya perintahkan setiap rayon memetakan wilayah yang berpotensi terjadi kebakaran. Kapolsek segera mengirimkan anggotanya untuk membantu pemadaman,” tandasnya.
Usai rakor, Kepala Satpolkar Kendal, Bambang Djoko Pitono mengatakan, di tahun 2023 sampai dengan akhir semester I untuk kebakaran lahan ada 13 kejadian dan kebakaran non lahan ada 56 kejadian.
“Jadi itu kejadian baru setengah tahun 2023 atau semester pertama. Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya cenderung masih di bawah angka kejadiannya. Kita berharap ke depan tidak terjadi bahaya kebakaran,” ujarnya. (HS-06).
Rakor pengamanan wilayah dalam rangka Antisipasi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di wilayah Kabupaten Kendal, di ruang Ngesti Widhi Setda Kendal, Selasa (22/8/2023).