HALO KARANGANYAR – Polwan Polres Karanganyar menggelar kegiatan untuk para donor darah, dalam rangka peringatan Hari jadi polwan ke 75 Tahun 2023, Rabu (9/8/23), di aula Jananuraga Mapolres Karanganyar.
Kegiatan yang digelar oleh para Polwan itu, mengambil tema “Polri Presisi Untuk Negeri, Polwan Siap Mendukung Pemilu Damai Untuk Indonesia Maju”.
Kegiatan diikuti personel Polres Karanganyar, dari masing-masing satuan fungsi, Bhayangkari dan para personel Polwan Polres Karanganyar.
Dalam kegiatan itu, petugas dari Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Karanganyar, dapat mengumpulkan sebanyak 44 kantong darah.
Kapolsek Karanganyar, AKP Nawangsih, Retna Waruju, yang juga selaku senior Polwan, menyampaikan kegiatan di aula Jananuraga Mako Polres Karanganyar itu, merupakan rangkaian kegiatan sosial dari Polwan Polres Karanganyar.
“Semoga rangkaian kegiatan menyambut Hari Jadi Polwan di tahun ini, salah satunya dari kegiatan donor darah, dapat memberikan manfaat bagi masyarakat,” kata satu-satunya perempuan kapolsek di jajaran Polres Karanganyar itu, seperti dirilis humas.polri.go.id.
Sementara itu, menurut informasi yang dirilis museumpolri.org, sejarah hari Polwan dimulai pada awal 1948, atau lebih kurang tiga tahun setelah Indonesia merdeka, namun sebelum terjadi agresi militer Belanda.
Saat itu polisi selalu menemui kesulitan, ketika harus memeriksa wanita yang menjadi korban kejahatan, tersangka pelaku, atau saksi sebuah kasus.
Hal tersebut mengakibatkan polisi sering harus meminta bantuan para istri polisi dan pegawai sipil wanita, untuk melaksanakan tugas pemeriksaan fisik.
Organisasi wanita dan organisasi wanita Islam di Bukittinggi, kemudian berinisiatif mengajukan usulan kepada pemerintah, agar wanita diikutsertakan dalam pendidikan kepolisian, untuk menangani masalah tersebut.
Cabang Djawatan Kepolisian Negara untuk Sumatera yang berkedudukan di Bukittinggi, memberikan kesempatan mendidik wanita-wanita pilihan, untuk menjadi polisi. Pada tanggal 1 September 1948 secara resmi disertakan 6 siswa wanita, yaitu Mariana Saanin, Nelly Pauna, Rosmalina Loekman, Dahniar Sukotjo, Djasmainar, dan Rosnalia Taher
Mereka mulai mengikuti pendidikan inspektur polisi, bersama 44 siswa laki-laki, di SPN Bukittinggi.
Sejak saat itu, tanggal 1 September selalu diperingati sebagai hari lahirnya polisi wanita (Polwan). (HS-08)