in

Mudahkan Transaksi Nasabah Lewat Digital, BPR Agung Sejahtera Jalin Kerja Sama dengan Bank Mandiri

HALO SEMARANG – Bank Perekonomian Rakyat (BPR) Agung Sejahtera (AS) menjalin kerja sama dengan Bank Mandiri terkait solusi untuk memudahkan transaksi nasabah lewat digital. CEO Bank Mandiri reg VII/2 Jawa, Hendra Wahyudi, mengatakan sangat mengapresiasi kerja sama kedua belah pihak ini.

Apalagi BPR AS memiliki nasabah yang cukup banyak dan cabang BPR AS tersebar di beberapa kota.

“Dengan adanya kerja sama digitalisasi ini, semoga bisa memudahkan transaksi untuk nasabah BPR AS. Apalagi BPR AS cabangnya ada dimana mana. Nantinya nasabah BPR AS juga bisa mengambil di ATM Bank Mandiri,” ujar Hendra usai menandatangani kerja sama di kantor BPR AS di Jalan Pamularsih Raya, Semarang Kamis (20/7/2023).

Sementara, pemegang saham dan pengendali BPR AS, Musthofa menuturkan, dengan adanya kerja sama ini semoga bisa memberikan ilmu tentang digitalisasi perbankan. Menurutnya, hal tersebut sangat penting mengingat transfer teknologi sangat membantu di jaman sekarang ini.

“Kita ingin transfer teknologi, percepatan pelayanan kepada nasabah, dan tepat guna. Apalagi tuntutan jaman sekarang ini, jika tidak mengikuti perkembangan jaman akan ketinggalan. Dan kami mengklaim ini kerja sama yang pertama antara BPR dan Bank Mandiri,” jelas Musthofa.

Dia menambahkan jaringan yang dimiliki Bank Mandiri cukup luas dari kalangan menengah ke atas. Oleh sebab itu ia berharap jaringan yang dimiliki Bank Mandiri bisa membantu perkembangan BPR AS lebih baik.

“Jaringan yang dimiliki Bank Mandiri yakni Livin luar biasa. BPR AS memiliki jaringan menengah ke bawah, dan Bank Mandiri memiliki jaringan menengah ke atas. Mudah mudahan dengan dua jejaring ini menjadi awal baik bagi kami. Dan tidak hanya tranformasi tehnologi saja, tapi diharapkan tata kelola, kualitas orang-orang BPR lebih baik dalam hal pola pikir dan bisa melayani dengan baik,” imbuhnya. (HS-06)

Paramount Village Semarang Hadirkan Promo ‘New Potala’ Sepanjang Juli 2023

Polda Jateng Bongkar Perdagangan Handphone Black Market, Dua Orang Jadi Tersangka