HALO KENDAL – Maraknya pesan yang disebarkan melalui grup-grup percakapan dalam aplikasi Whatsapp yang berisi tautan undangan berbentuk file PDF maupun APK ternyata diketahui kadang merupakan phishing atau tautan berbahaya.
Belakangan sejumlah warga di Kendal diketahui juga ikut menjadi korban phishing atau tautan berbahaya tersebut yang disebarkan melalui grup-grup percakapan dalam aplikasi Whatsapp.
Bahkan tak sedikit dari korban mengaku telah kehilangan sejumlah uang usai membuka aplikasi undangan berkedok file PDF maupun APK.
Seperti diungkapkan salah seorang warga Brangsong, Wahyudi, yang mengaku juga menjadi korban hacker. Dengan menggunakan nomor handphone miliknya, hacker mengirimkan tautan undangan dalam bentuk PDF di grup-grup whatsapp yang ia miliki.
“Saya dapat informasi dari teman kalau saya menyebar undangan. Nah setelah saya lihat HP saya sudah di hack orang. WA saya sudah tidak bisa dipakai lagi karena dikuasai oleh hacker dan tidak bisa diselamatkan,” bebernya.
Menurut penuturan Wahyudi, banyak korban yang telah kehilangan uang usai mengklik tautan undangan yang dikirim melalui nomor handphone miliknya yang telah dibajak orang tak bertanggung jawab itu.
“Ada beberapa laporan dari teman uangnya hilang setelah mengklik tautan undangan dari saya, ada juga yang HPnya juga tidak bisa dipakai lagi dan harus ganti nomor,” jelasnya.
Beruntung, Wahyudi langsung sigap mendatangi kantor dari bank tempat ia menyimpan uang untuk melakukan pemblokiran akun M-Bankingnya. Ia juga mengimbau kepada seluruh masyarakat agar berhati-hati saat menerima pesan berisi undangan bentuk PDF maupun APK.
“Alhamdulillah tidak ada kerugian materiil tapi WA saya tidak bisa diselamatkan lagi. Saya berpesan kepada masyarakat hati-hati kalau ada tautan pesan berlogo PDF atau APK jangan asal klik,” ungkapnya.
Wahyudi berharap kepada pihak yang berwenang, supaya bisa mengantisipasi dan mengusut adanya dugaan perbuatan phising atau penyebaran tautan berbahaya, supaya korban tidak bertambah.
Sementara itu, warga Desa Sambongsari Kecamatan Weleri Kabupaten Kendal, Eko juga mengaku, uang yang disimpannya di salah satu bank raib, usai membuka tautan pesan undangan pernikahan yang dikirim melalui pesan whatsapp.
“Jadi sekitar sore hari itu saya dapat pesan whatsapp yang isinya tulisan undangan pernikahan yang memang saya tunggu, karena ada teman saya yang mau menikah. Tapi saya waktu itu tidak sadar kalau tulisan undangan pernikahan itu belakangnya ada tulisan APK, dan saat itu saya klik ada perintah masukkan nomor HP terus saya masukkan,” terangnya.
Lebih lanjut Eko menceritakan, usai memasukkan nomor handphone miliknya, kemudian ada perintah untuk memasukan kembali. Sehingga sontak membuat ia tersadar bahwa ada dari tautan berbahaya yang dibukanya.
“Saya curiga, tapi saya belum sadar kalau ternyata itu sudah masuk ke sistemnya. Setelah itu HP saya matikan. Habis maghrib saya nyalakan tidak ada aktifitas apa-apa. Tau-tau pagi sekitar 02.30 WIB ada permintaan notifikasi permintaan pasword di google. Ternyata M-Banking saya keretas. Dan saya cek ke bank uang saya sudah habis terkuras,” ungkapnya.
Eko menambahkan, jumlah saldo miliknya Rp 1,6 juta ludes dan hanya disisakan Rp 50 ribu. Ia pun berpesan kepada masyarakat agar waspada dan tidak sembarangan mengklik tautan pesan terutama yang berkedok APK maupun PDF.
“Hati-hati saat mendapatkan pesan singkat yang berisi tautan. Jadi harus teliti, jangan asal klik atau mengikuti arahan yang berkedok APK maupun PDF, karena bisa berbahaya,” pesannya. (HS-06).