HALO SPORT – Cory Sandhagen berstatus underdog saat menghadapi Umar Nurmagomedov dalam duel di kelas bantam Ultimate Fighting Championship (UFC), 5 Agustus mendatang.
Sandhagen diremehkan dan dianggap sulit mengimbangi sepupu Khabib Nurmagomedov itu.
Namun, The Sandman, julukan Cory, mengaku tak gentar dengan nama besar Umar.
Saat ini Sandhagen menempati peringkat keempat, sedangkan Nurmagomedov di urutan ke-11.
Sebagai petarung asal Dagestan, Rusia, Umar memiliki kemampuan gulat yang dinilai akan bisa melibas Sandhagen.
Petarung asal Amerika Serikat (AS) ini percaya pada diri sendiri dan tidak mau mendengarkan omongan orang-orang yang meremehkannya.
’’Saya pikir momen ketika saya ditekan lawan paling lama adalah laga menghadapi TJ Dillashaw. Waktu itu saya berhasil menghancurkan lututnya. Namun, orang masih berpikir grappling saya tidak bagus,’’ ujar Sandhagen seperti dilansir dari MMA News.
Menurut dia, kemampuan Umar terlalu dibesar-besarkan.
Nurmagomedov memang punya rekor 16-0, tapi itu bukan berarti dia adalah seorang manusia super yang tak bisa ditaklukkan.
’’Tidak benar orang Dagestan adalah manusia super. Mereka hanya melakukannya secara berbeda, yang belum bisa dipecahkan orang,’’ jelasnya.
Si Manusia Pasir meyakini tim pelatihnya akan membantu dirinya untuk menemukan solusi mengatasi kemampuan gulat Umar.
’’Saya juga punya banyak rekan latihan setipe orang Dagestan yang bisa menolong saya menjadi lebih bagus dalam gulat,’’ tegasnya.
Cory (31) memiliki rekor 16 kali menang dan empat kali kalah.
Dia optimistis karena Umar baru kali ini bakal bertemu lawan dengan kualitas bagus.
Empat lawan yang sudah dihadapi Nurmagomedov di UFC tidak ada yang merupakan jagoan elite di divisi bantam. (HS-06)