HALO KENDAL – Selama puluhan tahun, warga Dusun Randusari, Desa Gempolsewu, Kecamatan Rowosari, Kabupaten Kendal, harus mengunakan sampan atau perahu untuk menyeberang sungai Kalikuto, dalam melakukan aktivitasnya di luar dusun.
Hal tersebut dikarenakan keberadaan Dusun Randusari terpisahkan dari dusun-dusun lain yang ada di Desa Gempolsewu, tepatnya berada di sebelah barat Sungai Kalikuto.
Tanpa adanya jembatan, dengan lebar sungai Kalikuto sekitar 100 meter yang memisahkan antara wilayah Kabupaten Batang dengan Kabupaten Kendal, warga terpaksa menyebrangi sungai. Sebab jika melewati jalan, maka mereka harus memutar beberapa kilometer melalui daerah Gringsing, Batang.
Untuk menyeberang sungai, warga dusun tersebut, mulai anak sekolah sampai umum harus menyiapkan uang sebesar Rp 2.500 – Rp 3.000.
Wibowo (45), salah warga Dusun Randusari mengatakan, dirinya harus rela menunggu sekira 20 menit untuk menunggu antrean saat hendak menyeberang sungai menggunakan perahu. Ia pun mengaku kerepotan saat akan melintas melalui sampan.
“Ya tapi mau bagaimana lagi, sudah puluhan tahun saya menggunakan perahu untuk menyeberang sungai menuju TPI Tawang. Jadi harus sabar menunggu antrean panjang,” ungkapnya, Senin (12/6/2023).
Wibowo berharap kepada pemerintah untuk segera membangun akses jembatan yang menghubungkan Dusun Randusari dengan dusun lainnya. Supaya warga tidak kesulitan dalam menjalankan aktivitasnya sehari-hari.
“Ya kalau hendak menyeberang setiap hari dari Dusun Randusari menuju wilayah Rowosari, harus naik perahu itu. Terus ditarik hingga ke seberang. Satu perahu biasanya bisa memuat lima sampai tujuh sepeda motor,” ujarnya.(HS)