HALO JEPARA – Beragam kegiatan dilaksanakan Polres Jepara, untuk membantu dan melayani masyarakat.
Seperti yang dilakukan para polwan dalam program Kartini Polres Jepara Menyapa, Kamis (8/6/2023).
Dalam program tersebut, satu regu Polwan Polres Jepara, dipimpin Iptu Wulan Puji Anjarsari, melaksanakan patroli di sekitaran pusat Kota Jepara.
Mereka antara lain mendatangi kawasan Alun-alun, pecinan dan Jalan Diponegoro, Jalan Kartini, SMPN 1 Jepara, dan Bank Cimb Niaga Syariah Cabang Jepara.
Sebelum dimulainya kegiatan, Iptu Wulan Puji Anjarsari memberikan arahan kepada anggota regu Patroli Polwan menentukan sasaran sasaran dari patroli dan himbauan apa yang akan disampaikan kepada masyarakat.
Di beberapa tempat yang dilalui, Iptu Wulan Puji Anjarsari dan anggota berhenti sejenak dan menyambangi serta memberikan imbauan kamtibmas kepada warga.
“Mengajak warga untuk selalu menjaga keamanan dan ketertiban lingkungannya.” kata Iptu Wulan Puji Anjarsari.
Kartini Polres Jepara Menyapa, merupakan program unggulan Polres Jepara, dengan menggerakkan Polisi Wanita (Polwan), untuk hadir dan menyapa masyarakat Kabupaten Jepara.
Setiap hari mereka melaksanakan kegiatan Kepolisian yang humanis, guna menciptakan situasi kondusif di Kabupaten Jepara.
Selain Kartini Polres Jepara Menyapa, sejumlah Bhabinkamtibmas juga melaksanakan kegiatan di wilayah binaannya.
Seperti yang dilaksanakan Bhabinkamtibmas Polsek Kembang Bripka Aris Kristanto, saat membantu mencegah penyebaran penyakit Lumpy Skin Disease (LSD).
Dalam kegiatan itu, Bripka Aris Kristanto mendampingi tim dari Dinas Peternakan Kabupaten Jepara, untuk melaksanakan vaksinasi LSD, di peternakan milik salah satu warga Desa Sumanding Kecamatan Kembang Kabupaten Jepara, Kamis (08/06/2023).
“Hari ini, untuk mencegah penyebaran LSD di wilayah binaan, kami mendampingi pertugas Dinas Peternakan melakukan vaksinasi pada sapi yang ada di Desa Sumanding,” Ujar Aris Kristanto saat dikonfirmasi.
Lumpy Skin Disease (LSD) adalah penyakit kulit infeksius yang disebabkan oleh virus dari genus Capripoxvirus dan famili Poxviridae.
Virus ini umumnya menyerang hewan sapi dan kerbau. Belum ada laporan terkait kejadian LSD pada ruminansia lain seperti kambing dan domba.
Aris menambahkan bahwa penularan LSD secara langsung melalui kontak dengan lesi kulit, namun virus LSD juga diekskresikan melalui darah, leleran hidung dan mata, air liur, semen dan susu.
Penularan juga dapat terjadi secara intrauterine. Secara tidak langsung, penularan terjadi melalui peralatan dan perlengkapan yang terkontaminasi virus LSD seperti pakaian kandang, peralatan kandang, dan jarum suntik.
Selain melakukan vaksinasi, Bhabinkamtibmas dan petugas juga melakukan sosialisasi kepada pemilik sapi yang terjangkit LSD atau ada tanda-tanda terpapar LSD, untuk mengisolasi sapi tersebut agar tidak menular ke sapi yang lain. (HS-08)