HALO SPORT – Joan Mir mengaku takut karena gagal bersinar bersama tim Repsol Honda.
Tandem Marc Marquez itu belum mampu meraih hasil maksimal.
Dari lima seri balapan MotoGP 2023, Mir baru mengoleksi lima poin dari hasil finis ke-11 pada Grand Prix (GP) Portugal.
Setelah itu, juara dunia MotoGP 2020 ini selalu pulang dengan tangan hampa, termasuk ketika absen saat GP Argentina.
Bahkan, rider berkebangsaan Spanyol itu gagal menyelesaikan dua kali lomba pada seri terkini, yakni GP Prancis lantaran terjatuh pada lo,ba sprint dan balapan utama.
Joan (25) dihantui bayang-bayang kegagalan tiga pembalap Honda sebelumnya yang menjadi rekan setim Marc Marquez sepeninggal Dani Pedrosa.
Tiga pembalap yang dimaksud adalah Jorge Lorenzo, Alex Marquez, dan Pol Espargaro.
Yang jelas, tidak ada pembalap yang bisa menandingi konsistensi Marc untuk bersaing di posisi depan.
’’Saya takut karena saya ingin menang. Sangat sulit bagi pembalap seperti saya untuk melihat diri saya berada di posisi saya sekarang,’’ kata Mir seperti dilansir dari Corsedimoto.
Menurut Joan, Honda belum mengerti apa yang dia butuhkan untuk tampil dengan kuat.
Mir juga tidak mengerti apa yang harus dilakukan untuk mengendarai motor Honda dengan cara yang lebih baik dan untuk menunjukkan performa bagus.
Kepercayaan diri mantan pembalap Suzuki ini mulai terpengaruh karena ketika mencoba memacu motornya lebih cepat, dia selalu terjatuh.
Motor Honda, lanjut Mir, tidak memiliki kecepatan dalam menikung dan dia tak mampu melibas tikungan seperti yang diinginkan.
Percobaan untuk cepat akrab dengan motor RC213V sudah berulang kali dicoba, tetapi Mir justru sangat frustrasi dengan hasil yang didapat.
Perasaan positif pun belum benar-benar didapatkannya saat menguji sasis baru yang dikembangkan Kalex.
’’Kami harus menemukan kompromi dengan tim, dengan apa yang saya butuhkan,’’ tandasnya.
Pencarian Mir akan berlanjut pada MotoGP Italia di Sirkuit Mugello, 9-11 Juni mendatang. (HS-06)