in

382 Karateka Ikuti Babak Kualifikasi Porprov di GOR Wujil Ungaran

Babak Kualifikasi Porprov Jateng cabang olahraga karate digelar di GOR Wujil, Kabupaten Semarang, Jumat - Minggu (5-7/9/2025).

HALO SEMARANG – Babak Kualifikasi Pekan Olahraga Provinsi (BK Porprov) Jawa Tengah cabang olahraga karate digelar di GOR Wujil, Kabupaten Semarang, Jumat – Minggu (5-7/9/2025) berlangsung seru. Sebanyak 382 karateka dari 33 kabupaten/kota bertanding untuk mengamankan tiket Porprov 2026.

Dari sektor putri, di partai kumite mempertandingkan kelas under 61 kilogram, -68 kilogram, dan +68 kilogram. Sementara dari sektor putra digelar pertandingan sengit di kelas -60 kilogram, -67 kilogram, -75 kilogram, serta +84 kilogram. Atmosfer kompetisi semakin terasa karena hampir semua nomor diisi atlet andalan daerah.

Sehari sebelumnya, Sabtu (6/9/2025), sejumlah nomor telah rampung dipertandingkan. Beberapa di antaranya adalah kata beregu putra-putri, kumite -50 kilogram putri, -55 kilogram putra, -55 kilogram putri, serta -84 kilogram putra.

Ketua pelaksana Febryan Gede Saputro mengatakan, babak kualifikasi yang digelar sejak Jumat – Minggu (5-7/9/2025) merupakan ajang yang tidak hanya untuk kompetisi, melainkan seleksi krusial untuk bisa tampil di Porprov Jateng XVII tahun 2026 mendatang.

“Pra Porprov Karate Jateng 2025 ini tidak hanya sebuah kompetisi, tapi juga menjadi ruang pembuktian untuk bisa berlaga di Porprov 2026 di Semarang Raya nanti,” ungkapnya, Minggu (7/9/2025).

Sementara Tim Binpres Forki Jateng M Anas menambahkan, Forki Jateng juga berkomitmen untuk memantau bibit karateka di Jawa Tengah. Ia juga menyebut bila bibit bibit atlet sudah merata di seluruh Jawa Tengah, terutama Kabupaten Semarang, Jepara, Purbalingga, Grobogan dan Kota Surakarta.

“Pra Porprov ini menjadi pintu masuk bagi atlet atlet terbaik untuk merebut tiket tampil di Porprov Jateng 2026 mendatang, selain itu juga menjadi tolak ukur pembinaan karate daerah, dari sini kita bisa melihat siapa saja bibit baru yang siap naik ke level lebih tinggi,” ujarnya.

Dengan bergulirnya pertandingan kelas atas, lanjut Anas, tensi persaingan semakin ketat. Setiap daerah menurunkan atlet terbaiknya agar bisa memastikan kuota menuju Porprov 2026 di Semarang Raya.

Dirinya mengapresiasi semangat penonton yang terus mengalir di tribun, seakan menjadi bahan bakar bagi para karateka yang tampil di arena.

“Ini bukti karate masih punya magnet besar di Jawa Tengah. Terlihat dari dukungan penonton yang luar biasa, dan ini yang bikin para atlet semakin siap bersaing,” kata Anas.

Hari terakhir pelaksanaan justru menjadi puncak antusiasme. Tribun penonton dipadati oleh pendukung dari berbagai kabupaten/kota. Suasana riuh pun terdengar sepanjang laga, terutama ketika atlet unggulan turun ke arena.

Sorakan paling heboh datang dari barisan suporter tim Surakarta. Mereka membawa berbagai atribut, mulai dari spanduk, drum kecil, hingga meneriakkan yel-yel khas untuk menyemangati karateka Solo yang bertanding.

“Kami datang rombongan naik bus sejak pagi, pokoknya harus all out dukung anak-anak Solo. Mereka latihan keras, jadi kami juga harus kasih semangat penuh,” ujar Siti Kurnia, salah satu pendukung asal Surakarta.

Tak hanya penonton, para atlet pun merasakan euforia. Seperti diungkapkan Raka Wijaya, karateka kelas -67 kilogram asal Pati, yang mengaku lebih termotivasi saat mendengar sorakan penonton.

“Perasaan kami saat bertanding cukup deg-degan sih, karena kita bersaing dengan atlet-atlet yang tentunya telah mempersiapkan diri dengan matang. Ini pertandingan sangat luar biasa beda rasanya, ketika tribun penuh, jadi energi tambahan,” ujarnya usai bertanding.(HS)

Sebanyak 143 Guru Pendidikan Agama Buddha Ikuti PPG Angkatan Tiga

Merbabu Sky Run 2025 Tawarkan Rute Bervariasi, Diikuti 1.700 Orang Pelari