in

Zona Merah, Polri Terjunkan 100 Personel Jaga Tiap Posko PPKM di Madiun dan Bangkalan

Kadivhumas Polri, Irjen Polisi Raden Prabowo Argo Yuwono SIK MSi. (Foto : Tribratanews.polri.go.id)

 

HALO SEMARANG – Polri menerjunkan satu kompi pasukan berisikan 100 anggota gabungan bersama TNI, untuk menjaga setiap pos komando (Posko) Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kabupaten Madiun dan Bangkalan, Jawa Timur.

“Untuk memperketat penerapan PPKM, masing-masing Posko PPMK akan di-backup oleh satu kompi pasukan,” kata Kepala Divisi Hubungan Masyarakat (Kadivhumas) Polri, Irjen Polisi Raden Prabowo Argo Yuwono SIK MSi, melalui keterangan tertulis.

Kadivhumas berharap, pengetatatan penerapan PPKM oleh institusinya dan TNI di dua kabupaten itu bisa berjalan maksimal.

“Perkuat juga protokol kesehatan, jangan sampai kendor,” kata Kadivhumas.

Seperti diketahui, angka kasus positif Covid-19 harian kian meningkat dan Jawa Timur adalah salah satu provinsi yang memiliki jumlah kasus terkonfirmasi positif yang banyak.

Berdasarkan data terbaru hingga 17 Juni, jumlah kasus positif Covid-19 di Jawa Timur mencapai 161.385 kasus.

Atas tingginya angka kasus, pemerintah setempat pun menyekat Jembatan Suramadu dari arah Kota Surabaya dan dari arah Kabupaten Bangkalan, terhitung 17 Juni 2021. Penyekatan ini dilakukan untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Sebelumnya, puluhan pengendara dari arah Madura ke Surabaya, mengamuk dan melakukan perusakan di posko penyekatan dan tes swab di Jembatan Suramadu. Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak, AKBP Ganis Setyaningrum, mengatakan peristiwa tersebut terjadi Jumat (18/6) pagi. Saat itu volume kendaraan lebih banyak dari biasanya.

“Pagi itu volume kendaraan 02.00 WIB sudah mulai tidak seperti biasanya khususnya roda 2, kemudian 03.00 WIB lebih banyak lagi volumenya,” kata Ganis.

Kericuhan tersebut terjadi lantaran masyarakat terburu-buru menuju tempat kerjanya di Surabaya. Mereka ingin cepat mendapatkan pelayanan, namun tak sabar menunggu.

“Tadi karena semua masyarakat ingin cepat dilayani karena ingin cepat sampai di tempat kerja, tidak sabar, buru-buru sehingga terjadi miss,” katanya.

Aparat yang berjaga saat itu, segera melakukan pengamanan dan mengurai kepadatan tersebut. Tak lama kemudian pelayanan bisa kembali dilakukan. (HS-08)

Share This

Pendaftar Vaksin Di Stadion Kendal, Kebanyakan Bukan Lansia

Kabareskrim Polri Perintahkan Jajarannya Tindak Pinjaman Online Ilegal