Youth Fun Juggling Competition di Semarang, Coach Irfan: Selain Skill, Mental Dan Attitude Juga Penting

M Irfan, mentor Youth Fun Juggling Competition saat memantau pemain yang ikut kompetisi juggling di Patra Semarang Hotel, Minggu (6/12/2020).

 

HALO SPORT – Sebanyak 310 siswa perwakilan dari 14 Sekolah Sepak Bola (SSB) di Kota Semarang, mengikuti kegiatan “Main Bola Yuk, Youth Fun Juggling Competition”, yang digelar Kementerian Pemuda dan Olah Raga bekerja sama dengan PSSI, Minggu (29/11/2020).

Sebanyak 30 siswa hadir secara langsung di Patra Hotel Semarang, sisanya 280 orang mengikuti secara virtual di SSB masing-masing.

“Bagi yang hadir di sini (Hotel Patra Semarang) mendapat bimbingan dari instruktur, yakni M Irfan, yang merupakan mantan pemain PSIS angkatan 2000-2015 dan sekarang jadi asisten pelatih Tim PON Jateng cabang sepak bola,” kata Kasubdit Olahraga Prestasi Daerah Kemenpora, Surya Agung, usai pembukaan.

Selain bimbingan teknis, pihaknya juga menggelar lomba juggling competition antarsiswa SSB.

Lomba juggling ini, khusus bagi siswa SSB yang mendapatkan program Main Bola Yuk, Youth Fun Juggling Competition.

“Caranya, para siswa merekam kegiatan jugglingnya dan diupload di Instagram Kemenpora. Yang juara, penilainnya selain juggling paling lama, tapi juga yang mendapatkan like terbanyak,” kata Surya Agung, yang juga mantan pelari nasional peraih medali emas SEA Games, sekaligus pemecah rekor lari 100 meter putra tercepat Asia Tenggara itu.

Selain di Jawa Tengah, kegiatan ini juga digelar di beberapa provinsi lain di Indonesia, yakni di Bali, DKI Jakarta, Jawa Barat dan Palembang.

“Di Jawa Tengah, sudah kami lakukan di Boyolali, Grobogan, Magelang. Sebelumnya, kami juga telah melakukan di Cibinong, Gianyar dan lainnya,” ungkap Agung.

M Irfan, mentor Youth Fun Juggling Competition mengatakan, teknik juggling merupakan teknik dasar kaitannya dengan motorik pemain sepak bola. Tapi kemampuan itu juga harus diimbangi dengan kemampuan lain, inteligensi, fisik, mental dan lainnya.

“Kalau bagi saya sebagai seorang pelatih, teknik itu nomor dua. Sedangkan mental dan attitude jadi nomor satu dalam memilih pemain,” tegasnya.

Sebagai informasi, kompetisi yang dilakukan penuh kegembiraan ini digelar sebagai bentuk dukungan Tim Nasional U-20 yang akan berlaga di Piala Dunia U-20. Kebetulan lagi, Indonesia menjadi tuan rumah dari gelaran turnamen sepak bola yunior terakbar di dunia ini.

Kegiatan bertajuk Youth Fun Juggling Competition ini merupakan kerja sama antara Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora) dan PSSI.

Melalui kompetisi itu diharapkan muncul bibit muda bertalenta di cabang sepak bola. Harapan itu disampaikan Menpora Zainudin Amali saat membuka gelaran sosialisasi kompetisi juggling itu secara virtual di Bali, Sabtu (5/12/2020).

“Tujuan kegiatan ini untuk menyemarakkan sepak bola di tengah situasi pandemi. Karena kegiatan ini untuk anak-anak SSB, maka juggling dilakukan secara fun atau penuh kegembiraan,” kata Menpora.

Kegiatan sendiri digelar di 36 kota dan kabupaten di enam provinsi yang berlangsung sampai 14 Desember 2020. Dalam setiap kegiatan diikuti 310 peserta berusia 12-16 tahun.

Dari jumlah itu 30 anak diundang untuk mengikuti kompetisi secara offline atau tatap muka. Sedangkan yang lain melakukannya secara virtual.

“Saya berharap dari kompetisi ini akan muncul bibit muda bertalenta yang bisa dipilih dan dipersiapkan ke timnas,” kata Zainudin yang menambahkan bila Indonesia tengah mempersiapkan pencalonan menjadi tuan rumah Olimpiade 2032.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.