Halo Semarang
Take a fresh look at your lifestyle.

Yoni Terbalik di Sendangmulyo kini Masih Jadi Meja Pedagang Bolang-baling

Yoni terbalik yang ada di Sendangmulyo kini dimanfaatkan sebagai meja pedagang bolang-baling.

 

SEBUAH Yoni yang diduga sisa peninggalan abad VIII tergeletak di pinggir Jalan Raya Kelurahan Sendangmulyo, Kecamatan Tembalang, Semarang. Benda bernilai sejarah tinggi itu posisinya tergeletak terbalik di pinggir jalan dan digunakan untuk meja pedagang bolang-baling dan pecel.

Dalam segi arkeologi, Yoni merupakan objek yang menjadi pasangan dari Lingga. Lingga merupakan simbol dari Dewa Siwa dan Yoni menjadi simbol Dewi Durga. Lingga menjadi simbol laki-laki, dan Yoni menjadi simbol perempuan, yang dipuja oleh masyarakat beragama Hindu.

“Benda itu dibawa sekitar sepuluh tahun lalu diambil suami saya dari daerah Sendangguwo dan ditaruh di dekat rumah,” kata Kismariah, seorang pedagang di Jalan Sendangmulyo Raya, RT 6 RW 20, Sendangmulyo, Kecamatan Tembalang.

“Awalnya kami kira itu nisan makam China,” kata Kismariah menambahkan.

Dia menjelaskan, sebelum dibawa suaminya, Yoni setinggi 65 centimeter dan lebar 80 centimeter, dan panjang 79 centimeter itu ditemukan dalam posisi terpendam di dalam tanah di dekat Jalan Tol Wilayah Tandang. Saat penemuan suaminya memang ikut bekerja dalam pembangunan Jalan Tol Semarang.

Kini Yoni itu telah dijadikan untuk berdagang pecel bolang-baling dengan posisi dibalik untuk meja penjaja.
Beberapa wakyu lalu, pihak Balai Peninggalan Cagar Budaya (BPCB) Jateng juga telah melakukan pengecekan benda cagar budaya ini.

“Saat dilakukan pengecekan bersama pihak Kelurahan Sendangmulyo, diketahui ternyata itu merupakan peninggalan abad 8 hingga 11 Masehi,” kata Ngatno, petugas BPCB Jateng usai mengecek keberadaan Yoni.

Pihak BPCB memastikan kondisi Yoni masih utuh dan ada sedikit kerusakan.

“Hanya posisinya dibalik, dan bagian bawah disemen melekat dengan dengan lantai tempat jualan pecel dan bolang-baling,” kata Ngatno menjelaskan.

 

Yoni terbalik Sendangmulyo.

 

Dia menyayangkan meski bentuknya masih utuh, namun bagian Lingga yang jadi pasangan Yoni tak ditemukan. Diperkirakan Lingga hilang karena bentuknya yang relatif kecil dan terpisah dari Yoni.

Menurut dia, Yoni di Sendangmulyo hampir sama dengan yang banyak ditemukan di Kedungsongo, Kabupaten Semarang. Hal itu berdasarkan pengamatan struktur batu dan menjadi alasan kuat pihaknya menyimpulkan benda itu peninggalan abad 8 hingga 11 Masehi.

Keberadaan Yoni itu dinilai menambah khasanah sejarah yang berkaitan dengan Semarang, khususnya bukti-bukti baru sejarah Hindu yang sering dibuktikan di dataran tinggi.(HS)

bawah-berita-dprd-semarang