in

YCDK Menggelar Khitanan Massal Bagi Anak Yatim/Piatu dan Dhuafa

Khitan massal di Madrasah Ibtidaiyah NU 15 Jambearum Kendal yang digelar YCDK dan LazisNU.

 

HALO KENDAL – Madrasah Ibtidaiyah NU 15 Jambearum Kecamatan Patebon, Kabupaten Kendal bekerja sama dengan Lazisnu dan Yayasan Cinta Dhuafa Kendal menggelar khitanan massal, Minggu (3/10/2021).

Sebelum dilaksanakan khitanan, dilakukan doa bersama di serambi masjid yang berada di lokasi sekolah yang dihadiri para wali anak dan ulama setempat.

Kemudian, peserta khitan yang berjumlah enam anak yatim, paiatu, dan keluarga tidak mampu tersebut, diberi santunan berupa uang dan tas sekolah.

Kepala Madrasah Ibtidaiyah NU 15 Jambearum, Nadhir mengatakan, program Khitan Ceria merupakan program yang terus dilakukan, sesuai permintaan, sekalipun hanya satu anak yang khitan.

“Bagi warga yang kurang mampu atau ada anak yatim piatu mau mengkhitankan, bisa menghubungi Yayasan Cinta dhuafa Kendal. Program Khitan Ceria didukung para tenaga medis secara sukarela,” terangnya.

Dijelaskan, program ini dilakukan untuk membantu meringankan beban orang tua maupun orang tua asuh pada anak yatim piatu dan anak dhuafa yang terdampak pandemi.

“Saat ini mumpung belum semua sekolah melakukan tatap muka, maka anak masih bisa istirahat di rumah. Dengan kegiatan ini diharapkan bisa meringankan beban keluarga, apalagi dalam kondisi pandemi,” jelas Nadhir.

Sementara itu Ketua Yayasan Cinta Dhuafa Kendal, Budi Raharjo mengatakan, karena kondisi masih PPKM, maka kegiatan khitanan massal dilakukan di beberapa tempat secara bertahap dimulai Sabtu (2/10/2021).

“Hal ini untuk menghindari adanya kerumunan massa yang berpotensi terjadinya penyebaran Covid-19,” katanya.

Menurut Budi, selama tahun 2021 Yayasan Cinta Dhuafa sudah mengkhitankan sekitar 150 anak yang dilakukan di 20 tempat.

Peserta khitan memang diutamakan adalah anak yatim piatu dan anak orang tidak mampu atau dhuafa.

“Harapannya dengan adanya aksi sosial ini bisa membantu masyarakat yang kurang mampu. Selain khitanan gratis, anak juga dapat santunan uang dan peralatan sekolah,” pungkasnya.(HS)

Share This

Meski Kurang Terawat, Curug Gondoriyo Bisa Jadi Alternatif Wisata Alam yang Asri

Aktivis Mahasiswa Papua Temui Ganjar, Sampaikan Jateng dan Papua Bersaudara