in

Yayasan Kesehatan Telogorejo dan Komunitas Tionghoa Gandeng Pemkot Semarang Bantu Anak Yatim Piatu Akibat Covid-19

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi bersama Pengurus Yayasan Kesehatan RS Telogorejo dan Komunitas Tionghoa memberikan bantuan beasiswa kepada anak-anak Yatim Piatu akibat covid-19 di Kelurahan Karangayu, Jumat (13/8/2021).

 

HALO SEMARANG – Pandemi Covid 19 telah merenggut banyak nyawa, mengakibatkan bertambahnya jumlah anak-anak yang menjadi yatim piatu di Kota Semarang. Hal ini menjadi perhatian Yayasan Kesehatan Telogorejo dan Komunitas Tionghoa Semarang untuk mendukung Pemerintah Kota Semarang membantu anak yatim piatu akibat Covid-19.

Bersama dengan Hendrar Prihadi Wali Kota Semarang, Dokter Koesbintoro Singgih dari Yayasan Kesehatan Telogorejo, Harjanto Halim selaku Koordinator Komunitas Tionghoa, Yoga Pangemanan dari Porinti dan Gianto (Wang iezhong) dari Perkit Jateng (Persatuan Pengusaha Tionghoa) memberikan bantuan untuk 33 anak yatim piatu akibat Covid-19 di Balai Kelurahan Karangayu, Jumat (13/8/2021).

Hendrar Prihadi menyampaikan, bahwa kegiatan ini merupakan bentuk konsep bergerak bersama untuk mengatasi kesulitan di Kota Semarang.

“Hari ini kita bersama-sama membantu anak yatim piatu yang disebabkan Covid-19. Total ada 407 anak yatim piatu, dari Komunitas Tionghoa dan Telogorejo membantu 200 anak. Pemerintah memberikan bantuan sembako dan akan membantu anak-anak SD dan SMP yang sekolah di swasta pindah di negeri, tapi kalau masih mau di swasta bisa dibantu dengan beasiswa,” pesan Hendi.

Dokter Koesbintoro Singgih selaku Pengurus Yayasan Kesehatan Telogorejo menyampaikan, bahwa kegiatan ini berbeda dengan pembagian sembako yang dilakukan selama ini.

“Hari ini berbagi kepada anak-anak yatim piatu akibat Covid-19, total 200 anak yang dibantu. Bentuk bantuan berupa beasiswa pendidikan senilai Rp 500.000 per anak. Kali ini ada 33 anak, sisanya nanti bertahap diberikan di kelurahan-kelurahan lainnya. Gotong royong membantu bersama pemerintah, karena anak-anak adalah masa depan kita, harus tetap menempuh pendidikan agar negara ini menjadi lebih baik dan maju,” ungkap Singgih.

Harjanto Halim, selaku Koordinator Komunitas Tionghoa Semarang tergerak memberikan perhatian juga kepada anak-anak yatim piatu akibat Covid-19.

“Kami tergerak sangat membaca berita di koran, Wali Kota Semarang mendatangi seorang anak yang menjadi yatim piatu. Kami sangat sedih. Kami ingin bantu agar anak-anak mendapat perhatian sehingga bisa melalui masa-masa sulit ini. Mereka adalah generasi penerus bangsa dan solidaritas ini sangat pas menjelang Hari Kemerdekaan,” terang Halim.

Salah-satu penerima bantuan beasiswa, Sania mengaku dirinya sangat senang karena dibantu untuk biaya pendidikannya dari para donatur.

“Saya berterima kasih atas bantuan yang diberikan ini, yakni sebesar Rp 500.000. Uang ini nantinya mau dipakai untuk membantu biaya sekolah,” kata siswa kelas 3 SMP ini.

Dia merasa sangat terbantu karena dirinya yang saat ini sebagai anak yatim. Sebab beberapa waktu lalu, ayahnya meninggal dunia akibat Covid-19.

“Tinggal ibu, kalau ayah sudah meninggal dunia bulan Februari lalu karena terkena Covid-19,” ucapnya.(HS)

Share This

KGPAA Mangkunegaran IX Wafat, Ganjar: Mas Djiwo Telah Berpulang

Pelajar SMK Penda 2 Karanganyar dan Warga Jumapolo Menangi Lomba Kreanova 2021