in

Yayasan Karomah Bumi Jambe Gelar Pelatihan Kewirausahaan

Para pemateri dan peserta Kegiatan Pelatihan Kewirausahaan foto bersama Ketua dan Pengurus Yayasan Karomah Bumi Jambe, Kendal, Minggu (30/5/2021).

 

HALO KENDAL – Kewirausahaan merupakan kegiatan yang saat ini sudah banyak berkembang di Indonesia. Masyarakat sudah banyak yang mulai merintis usaha-usaha yang kreatif sehingga bisa meningkatkan perekonomian.

Hal tersebut disampaikan Ketua Yayasan Karomah Bumi Jambe, Lukman Isnaeni saat menggelar Kegiatan Pelatihan Kewirausahaan, di Jalan Soekarno-Hatta Jambearum Kendal, Minggu (30/5/2021).

Dikatakan, kegiatan pelatihan yang diselenggarakan oleh yayasan yang dipimpinnya ini, dalam rangka peningkatan kualitas usaha mikro masyarakat Kabupaten Kendal.

Pelatihan yang diadakan selama tiga hari, yakni Sabtu (29/5/2021), Minggu (30/5/2021), serta Sabtu (5/6/2021) tersebut dibatasi hanya 20 peserta dengan menghadirkan empat pemateri maupun motivator.

“Selain pelatihan tentang kewirausahaan, bagi peserta yang ingin mengajukan izin usaha, atau ingin membuat NPWP tapi kesulitan dan lainnya, kami akan memberikan pengertian dan mencari jalan keluarnya,” ujarnya.

Untuk itu, lanjut Lukman, setelah mendapatkan pelatihan ini, diharapkan para pelaku usaha maupun calon wirausaha bisa membuka usaha sendiri dan tidak lagi mengandalkan bantuan dari pemerintah.

“Kita berharap, peserta dapat membuka lapangan pekerjaan untuk orang lain. Kemudian menciptakan jaringan bisnis baru yang bisa menyerap banyak tenaga kerja di Kendal,” harapnya.

Selain itu, dengan pelatihan ini bisa meningkatkan kesejahteraan kehidupan diri sendiri serta masyarakat sekitar.

“Bisa juga menularkan serta mengembangkan semangat berwirausaha pada orang lain, sekaligus bisa membantu para pengusaha muda guna berkreasi serta berinovasi,” imbuhnya.

Sementara itu, salah satu motivator, Lilik Gianto atau yang akrab disapa Bang Ali menyampaikan, bahwa kewirausahaan merupakan sebuah sikap mental seseorang yang memiliki kreativitas tinggi.

Menurutnya, seseorang yang memiliki jiwa kewirausahaan adalah orang yang aktif, unik, berdaya guna membuat sesuatu, serta bermanfaat bagi banyak orang.

“Kegiatan kewirausahaan memiliki proses yang dinamis demi menciptakan sesuatu yang disertai dengan model, sumber daya, waktu, serta risiko yang mungkin terjadi. Kewirausahaan merupakan proses dalam mengidentifikasi, mengembangkan dan mewujudkan visi dan misi usaha,” jelasnya.

Lilik pun dalam materinya menekankan kepada peserta, selain berdoa dan berusaha juga tidak lupa untuk selalu bersyukur.

“Saya ini dulu bukan siapa-siapa. Tapi dengan ketekunan, usaha dan inovasi yang kita kreasikan, maka akan menghasilkan sesuatu yang menarik bagi costumer kita,” tandasya.

Pemateri lain, Ahmad Saefudin atau yang akrab disapa Asep menekankan kepada peserta tentang rasa ikhlas dalam menjalankan usaha.

Asep yang dikenal sebagai pengusaha kuliner Kedai Jawara Soto dan Tengkleng Haji Junaedi tersebut dalam menjalankan usaha mempunyai jargon, “makan sekenyangnya, bayar suka-suka”. Hal ini ternyata mampu menarik perhatian masyarakat.

“Khusus tengkleng tidak termasuk dalam promo makan sepuasnya bayar suka-suka. Untuk tengkleng plus nasi kami tetap mematok harga karena bahan dasarnya sudah mahal,” ucapnya.(HS)

Share This

Tim Pengabdian Masyarakat Undip Ajak Guru Edukasi Prokes Dalam Persiapan Sekolah Tatap Muka

Tampung Pasien Covid-19 dari Luar Daerah, RWSN Siapkan Skenario Buka Ruang Isolasi