in

Wujudkan Visi Indonesia Emas, Pemprov Jateng Diminta Tingkatkan Kualitas Pendidikan

Wakil Ketua DPRD Jateng, Sukirman.

HALO SEMARANG – Wakil Ketua DPRD Jateng, Sukirman berharap, pemerintah provinsi bisa meningkatkan kualitas pendidikan sebagai upaya mewujudkan visi “Indonesia Emas 2045”. Menurutnya, Indonesia akan mengalami usia emas pada tahun 2045. Pada saat itu, Indonesia genap berusia 100 tahun alias satu abad.

“Di masa itu, ditargetkan Indonesia sudah menjadi negara maju dan telah sejajar dengan negara adidaya. Maka untuk mewujudkan visi itu, pemerintah harus serius untuk ikut meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) dalam rangka memacu daya saing Indonesia. Hal ini sejalan dengan upaya mewujudkan visi Indonesia Emas tahun 2045, yakni mencapai masa keemasan saat usia kemerdekaan Indonesia mencapai 100 tahun,” katanya, belum lama ini.

Pembangunan SDM khususnya di Jawa Tengah harus menjadi prioritas dan perhatian bersama semua pihak. Sebagai salah satu provinsi dengan penduduk terbanyak, Jateng memiliki andil besar dalam mewujudkan visi Indonesia Emas.

Indonesia menurutnya juga memiliki peluang besar dalam mencapai cita-cita Indonesia Emas 2045 berupa bonus demografi yang akan mencapai puncaknya pada tahun 2030.

“Memacu pendidikan yang berkualitas sangat diperlukan untuk membangun SDM unggul. Pendidikan berkualitas yang merata menjadi salah satu poin penting transformasi sosial dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN 2025-2045). Pemanfaatan teknologi juga diharapkan mampu mendongkrak capaian dan kualitas pendidikan,” papar politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut.

Ditambahkan, investasi pembangunan SDM Indonesia mesti berfokus pada tiga aspek, yaitu edukasi, etika, dan karakter, serta kepekaan sosial. Dia juga menambahkan poin berjejaring agar lebih mudah berkolaborasi membangun bangsa di masa depan.

“Generasi muda harus didorong untuk aktif dalam berbagai kegiatan sosial. Ini sangat berguna dalam investasi pembangunan manusia ke depan. Maka perlu ada pemerataan pendidikan dengan melakukan penyebaran tenaga pendidikan, dan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas serta pemerataan fasilitas pendidikan di Jawa Tengah,” paparnya.

Pendidikan Vokasi

Sementara Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus berupaya menggenjot peningkatan pendidikan vokasi guna menunjang investasi di wilayahnya. Untuk mendukung upaya itu, Pemprov Jateng telah mengalokasikan anggaran kurang lebih Rp 347 miliar pada tahun 2024.

Penjabat Gubernur Jawa Tengah, Nana Sudjana mengatakan, pendidikan vokasi sangat diharapkan, karena prediksi tahun 2024 akan ada perusahaan yang merelokasi pabriknya ke daerah Jawa Tengah.

Daerah di Jateng yang menjadi incaran investor salah satunya adalah Kabupaten Brebes. Investor yang berpotensi masuk baik perusahaan nasional maupun perusahaan luar negeri melalui penanaman modal asing (PMA).

“Sudah ada 21 PMA yang relokasi dari Jabodetabek ke Brebes. Sehingga kami perlu mempersiapkan karyawan dan pekerja (sumberdaya manusia-red) yang nanti akan mengawaki perusahaan tersebut,” katanya usai meninjau SMKN 1 Tonjong, Kabupaten Brebes, Kamis (25/1/2024).(Advetorial-HS)

Tak Mau Bandingkan Setiap Pembalap

Bertemu Dubes, Menag Usul Pengiriman Dai ke UEA Ditambah