in

Wujudkan PAUD Berkualitas, Dindik Kota Pekalongan Gelar Bimtek

Bimbingan Teknis PAUD di Hotel Pesona Pekalongan, diikuti 24 satuan pendidikan, pengawas, dan penilik sekolah. (Foto : Pekalongankota.go.id)

 

HALO PEKALONGAN – Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Pekalongan bersama Kemendikbud-Ristek RI, menggelar Bimbingan Teknis Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

Kegiatan untuk mewujudkan lingkungan belajar berkualitas bagi peserta didik jenjang PAUD tersebut, dilaksanakan Kamis (9/9) dan Jumat (10/9) di Hotel Pesona Pekalongan, diikuti 24 satuan pendidikan, pengawas, dan penilik sekolah.

Kepala Dindik Kota Pekalongan, Drs Soeroso MPd menyampaikan delapan Standar Nasional PAUD. Masing-masing adalah Standar Tingkat Pencapaian Perkembangan Anak, Standar Isi, Standar Proses, Standar Penilaian, Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan, Standar Sarana dan Prasarana, Standar Pengelolaan dan Standar Pembiayaan.

Selain itu, lingkungan belajar, keluarga, dan komunitas yang baik, serta hubungan antara satuan pendidikan dan orang tua juga penting untuk mewujudkan lingkungan belajar yang berkualitas.

“PAUD merupakan pendidikan yang jenjangnya paling penting bagi masa keemasan anak, dengan berbagai ilmu pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki. Para pendidik semakin kompeten dan pendidikan PAUD semakin baik, sehingga output dari PAUD semakin baik seperti yang diharapkan,”ungkap Soeroso, Kamis (9/9).

Ia berharap, di lingkungan belajar yang berkualitas diharapkan dapat mendorong hadirnya pembelajaran yang bermakna bagi pertumbuhan dan perkembangan anak usia dini.

Sementara itu, Plt Kabid PAUD dan PNF, Ahmad Husni SKom MEng mengatakan, lingkungan yang berkualitas merupakan lingkungan yang bisa mendukung upaya pendidikan dapat berjalan dengan baik.

Ada empat indikator ciri-ciri lingkungan berkualitas pada PAUD yakni proses pembelajaran berkualitas. Artinya sarana dan prasarana jangan dijadikan sebagai utama tetapi sebagai pendukung proses pembelajaran.

“Jangan sampai sarpras menghambat proses pembelajaran. Pendidik harus kreatif dalam memberikan pembelajaran ke anak,”katanya.

Kedua, adanya kedekatan emosional antara peserta didik dengan pendidik/guru agar tercipta lingkungan belajar yang menyenangan saat pembelajaran berlangsung. Selanjutnya, hubungan antara satuan pendidikan dengan orang tua dan satuan pendidikan PAUD harus bisa memberikan hak-hak essesial anak.

“Seperti yang sudah kami lakukan sebelumnya yakni bimtek PAUD HI. Dimana, lembaga PAUD bisa memberikan layanan pendidikan secara utuh (menyeluruh), baik kesehatan, perlindungan, dan sebagainya,”kata Husni.

Husni berharap, peserta dapat membagikan, menularkan dan mengimplementasikan dengan baik ilmu yang diperoleh di satuan pendidikan PAUD. (HS-08)

Share This

CPNS Pemkot  Pekalongan Diminta Manfaatkan Vaksinasi Covid-19

Aplikasi Dolan Banyumas Sajikan Informasi Kepariwisataan Banyumas