in

Wujudkan Kendal Bebas Sampah, Alasan Bupati Kendal Lantik Pejabat di TPA Darupono

Acara pelantikan 326 pejabat di TPA Darupono Kecamatan Kendal, Jumat (27/8/2021).

 

HALO KENDAL – Pelantikan 326 pejabat eselon 3 dan 4 di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kendal tahun 2021 ini, sedikit berbeda karena dilaksanakan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Darupono, Kecamatan Kaluwungu, Kabupaten Kendal, Jumat (27/8/2021).

Para pejabat yang dilantik dikumpulkan di TPA yang dibangun di atas luas lahan 5,7 hektare di Jalan Boja-Kaliwungu, Desa Darupono, Kecamatan Kaliwungu Selatan dan menelan biaya sebesar Rp 20,7 miliar tersebut.

Usai acara pelantikan, kepada para wartawan Bupati Kendal, Dico M Ganinduto menjelaskan, pelantikan ini merupakan hal yang baru di Kabupaten Kendal, karena digelar di area TPA Darupono atau Tempat Pembuangan Sampah wilayah Kendal.

“Saya sengaja memilih tempat ini, karena bau busuk dari sampah-sampah ini tidak tercium di harumnya harkat dan martabat masyarakat Kendal,” tandasnya.

“Saya ingin semua yang hari ini dilantik berkomitmen bersama untuk mewujudkan Kendal bebas sampah, dan berupaya mengatasi permasalahan sampah yang ada di Kabupaten Kendal,” imbuh Dico.

Menurut Bupati, pada hakikatnya tugas ASN semua adalah melayani masyarakat dan untuk memastikan masyarakat memiliki pendidikan, terlayani kesehatan, dan mendapatkan pangan yang cukup.

“Tugas kita bukan untuk bekerja mendapatkan uang, tahta, dan martabat saja. Akan tetapi memastikan sekian banyak permasalahan yang dihadapi pemerintah Kabupaten Kendal. Ini menjadi tantangan kita bersama untuk bergerak dan bekerja bersama berkolaborasi mewujudkan Kendal yang bersih dan sejahtera,” jelas Dico.

Terkait pengoperasionalan TPA Darupono baru , Bupati menjelaskan, untuk TPA Darupono yang lama karena sudah tidak berfungsi, maka nantinya semua pembuangan akan dipusatkan di TPA Darupono baru.

“Ke depan, kita juga akan bangun TPA 3R (reuse-reduce-recycle) yang artinya mengurangi, menggunakan dan daur ulang. Jadi nanti sampah ini akan kita pisahkan. Mana yang bisa dimanfaatkan dan mana yang tidak,” ujar Dico.

Untuk itu, pihaknya akan bekerjasama dan kolaborasi dengan masyarakat, untuk penanganan sampah. Selain itu juga disediakan mesin untuk membakar sampahnya.

“Jadi nanti akan dipisahkan sampah yang bisa didaur ulang atau bisa dijual, untuk memberdayakan masyarakat desa. Lokasinya saya masih belum tahu di mana tapi sudah ada tujuh yang kita rencanakan di tahun 2022,” pungkas Dico.(HS)

Share This

Paguyuban Petani Penggarap Tanah Rakyat Desak Pemerintah Redistribusi Tanah

Lapas Semarang Dapat 600 Dosis Vial Vaksin Jenis Astrazeneca Dari Dinas Kesehatan Provinsi