Windu Suko Basuki: Kendal Butuh 9.000 ASN

Wakil Bupati Kendal, Windu Suko Basuki dan Kepala BKPP Kendal, Cicik Sulastri saat berbincang dengan Paguyuban Lurah se-Kecamatan Kendal di Rumah Dinas Wakil Bupati Kendal, Selasa (16/3/2021).

 

HALO KENDAL – Wakil Bupati Kendal, Windu Suko Basuki menerima kunjungan Forum Silaturahmi Lurah se-Kecamatan Kendal, di Rumah Dinas Wakil Bupati, Selasa (16/3/2021).

Rombongan Lurah dipimpin oleh Plt Camat Kendal, Nung Tubeno dan dihadiri Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten Kendal, Cicik Sulastri.

Wakil Bupati Kendal, Windu Suko Basuki dalam sambutan ramah-tamah menyampaikan arahan terkait pelaksanaan program dan kegiatan pembangunan di masing-masing kelurahan.

Ia juga, mengajak para camat dan lurah untuk dapat mendukung program dan kegiatan yang dicanangkan Bupati dan Wakil Bupati Kendal.

“Selain itu, saya minta semua harus tahu kondisi geografis dan politik di daerahnya,” tandas Wabup.

Tak lupa Basuki memohon doa, dukungan, dan dorongan baik kepada masyarakat Kendal, OPD Kendal, Forkopimda Kendal dan Forkopimcam agar bersama-sama bisa bekerja sama untuk mewujudkan visi-misi dan program pembangunan Kabupaten Kendal.

“Kami mengajak semua warga Kendal untuk tetap bergandeng tangan dan bermitra, serta bersama dalam membangun Kabupaten Kendal sesuai visi-misi dan program pembangunan. Tujuannya agar Kendal kedepan semakin baik,” ajak Wakil Bupati Kendal.

Di sisi lain, menurut Basuki, saat ini Kabupaten Kendal hanya ada sekitar 7.000 ASN. Tentunya ini menjadi prioritas dalam rangka peningkatan pelayanan kepada masyarakat.

“Padahal kebutuhan akan ASN di Kabupaten Kendal mecapai 16.000. Ini artinya kekurangan ASN kita sekitar 60 persen. Dan ini harus dicari solusinya, mungkin dengan menggunakan tenaga kontrak atau tenaga harian, agar pelayanan kepada masyarakat lebih maksimal,” ungkapnya.

Ketua Paguyuban Lurah Kecamatan Kendal, Sulistyo dalam kesempatan tersebut menyampaikan terkait kepegawaian dan kekurangan SDM di tiap-tiap Kelurahan di Kecamatan Kendal.

“Di masing-masing kelurahan saat ini memang ada kekurangan tenaga. Hal ini dikarenakan banyak pegawai yang purna tugas. Untuk itu kami minta pemerintah daerah untuk bisa mengakomodir dan mencarikan solusi dalam penyediaan SDM di beberapa kelurahan,” jelasnya.

Sementara itu, Dewi Ariyani Plt Kepala Kelurahan Candiroto mengungkapkan beberapa formasi yang saat ini diisi dengan tenaga harian. Menurutnya perlu adanya peningkatan kesejahteraan bagi para tenaga harian yang bertugas di kelurahan.

“Kami minta peningkatkan kesejahteraan kepada tenaga harian lepas di kelurahan, agar bisa memaksimalkan kinerja disesuaikan dengan UMR. Terus terang kami sangat terbantu dengan adanya tenaga harian tersebut. Terutama di bagian IT,” imbuhnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala BKPP Kabupaten Kendal, Cicik Sulastri menyampaikan terkait kebutuhan ASN di masing-masing OPD, khususnya yang purna tugas. Pihaknya akan melakukan pendataan kebutuhan ASN di Kendal.

“Ini kami lakukan berkaitan dengan kebutuhan ASN dari OPD sampai tingkat kecamatan. Minimal, untuk mencukupi yang purna tugas. Insya-Allah ke depan kita akan kordinasi intens dengan Menpan,” imbuhnya.

Terkait kebutuhan ASN di beberapa OPD, menurut Cicik, saat ini pihaknya telah melakukan desk di masing-masing OPD, mulai hari Selasa (16/3/2021) hingga Jumat (19/3/2021).

“Insya-Allah sesuai dengan analisis program kerja yang telah disusun oleh bagian organisasi. Selain itu juga kami memprediksi untuk yang purna tugas, ini menjadi kebutuhan ASN di Kabupaten Kendal. Jadi semuanya sudah dilakukan pendataan melalui sistem dan kita menunggu penetapan formasi dari Menpan,” terangnya.

Dalam kesempatan tersebut, Cicik juga mengimbau kepada masing-masing kepala kelurahan, untuk bisa memaksimalkan SDM yang ada dan juga anggaran yang ada.

“Jadi untuk menunjang pelayanan kepada masyarakat, maksimalkan SDM yang ada dan anggaran yang ada. Apalagi sekarang sudah beralih ke era digital,” pungkas Kepala BKPP Kendal.(HS)

bawah-berita-dprd-semarang
Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.