Welberlieskott de Halim, Pemain Muda Keturunan Indonesia yang Bakatnya Bersinar di Brasil

Welberlieskott de Halim. Foto dokumen Instagram @elisangelo_liu.

 

SATU lagi pemain sepak bola muda berdarah Indonesia, yang bakatnya bersinar di luar negeri.

Dia adalah Welberlieskott de Halim, remaja 13 tahun itu, saat ini masih bergabung dengan klub yunior Sao Paulo Brasil.

Welber sapaannya mempunyai garis keturunan dari sang ibu yang bernama Lielyana Halim yang menikahi pria Brasil, Elinsangelo de Jesus Jardim.

Elinsangelo de Jesus Jardim sendiri merupakan pesepak bola yang pernah bermain di Liga Indonesia.

Sang ayah pernah memperkuat Borneo FC (2004-2005), Persekaba Bandung (2005-2006), dan Persiba Balikapapan.
Meski masih muda, Welber tergolong penyerang yang cukup berprestasi.

Bahkan kemampuannya mengulik bola sampai diberitakan oleh media Brasil.

Welber pernah menjuarai Dana Cup 2019 di Denmark, sekaligus menyabet gelar pemain terbaik.

Dia juga berhasil meraih juara di turnamen Adidas Madewis Cup U-12 2019 di Prancis.

Berkat didikan dari ibunya, dia tetap tak melupakan tanah kelahirannya di Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Welber turut memantau kondisi Indonesia saat ini di tengah pandemi virus corona, khususnya di Banjarmasin.

Dia juga cukup fasih menyampaikan pesan Covid-19 dengan bahasa Indonesia. Bahkan belum lama ini dia turut menyampaikan pesan kewaspadaan untuk wabah Covid-19 bagi masyarakat Tanah Air.

“Halo orang Banjarmasin, jangan kemana-mana ya, di rumah saja, dan selalu pakai masker (saat keluar),” ucap Welber dikutip dari baritoputera.co.id.

Dia juga menyampaikan salam untuk klub kelahirannya, agar dapat terus berprestasi.

“Saya suka Barito Putera dan Persiba. Salam buat Barito ya, semoga Barito makin mantap,” tutupnya.

Melalui video akun youtube @W3 indobrasil, sang ibu dan Welber beserta kudua adiknya terlihat saling berbincang menggunakan bahasa Indonesia.

Mereka saling membicarakan keseharian mulai dari makanan favorit hingga musik favorit.

Sebagai informasi, pemain yang akrab disapa Welber ini memiliki darah Brasil dari sang ayah yang bernama Elisangelo de Jesus Jardim atau yang akrab disapa dengan Liu. Sedangkan DNA Indonesia berasal dari ibu yaitu Lielyana Halim.

Bak buah jatuh tak jauh dari pohonnya, darah sepak bola yang mengalir dari Liu ternyata menurun ke anaknya yaitu Welber.

Melihat bakat besar yang ada pada diri Welber, keluarga itu memutuskan pindah ke Brasil demi perkembangan karier anaknya.

Sesampainya di Brasil, keluarga Welber langsung mencarikan tempat latihan agar bakat besar tersebut dapat diasah.

Sang ibu, Lielyana pun bercerita bagaimana Welber sampai akhirnya bermain di klub saat ini yaitu Sao Paulo.

“Pertama dia di klub Palmeiras untuk futsal sejak umur 6,5 tahun sampai 10 tahun. Ketika itu untuk masuk tim utama, Welber harus mengikuti seleksi ketat yang berisi 400 anak, Welber berhasil lolos dari seleksi bersama dua temannya,” cerita Lielyana.

Setelah masuk dalam tim inti Palmeiras, Welber selalu mengikuti kompetisi futsal tingkat nasional dan dari sanalah namanya mulai dikenal.

Selesai dari kompetisi di bawah usia 10 tahun, Palmeiras lalu memanggilnya untuk bergabung di tim sepak bola.

Akan tetapi sebelum menerima ajakan Palmeiras, Welber sudah lebih dahulu memutuskan untuk melanjutkan karier di Sao Paulo. Seperti yang kita tahu, Sao Paulo merupakan salah satu klub sepak bola ternama di Brasil dengan pernah menelurkan bakat luar biasa seperti Rogerio Ceni.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.