in

Waspadai Varian Mu, Kemenhub Perketat Bandara dan Pelabuhan

sumber: dephub.go.id

 

HALO SEMARANG – Kementerian Perhubungan akan berkoordinasi dengan berbagai pihak, untuk mencegah masuknya virus Covid-19 varian Mu atau B.1.621. Upaya yang akan dilakukan, antara lain pengendalian di simpul-simpul transportasi yang melayani rute internasional. Pengendalian ini termasuk di bandara dan pelabuhan internasional.

Hal itu disampaikan Menhub Budi Karya Sumadi, berkaitan dengan perintah Presiden Jokowi agar jajarannya berupaya mencegah masuknya varian baru Covid-19 tersebut.

Menurut Menhub, pihaknya akan berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kementerian Kesehatan, Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi, dan pihak terkait lainnya.

“Sesuai arahan Bapak Presiden RI Joko Widodo, yang memerintahkan kami untuk mencegah masuknya varian baru Covid-19 ke Indonesia. Kami segera menyiapkan langkah-langkah untuk mengantispasinya,” kata Menhub, seperti dirililis Setkab.go.id, Rabu (8/9).

Menhub mengatakan, untuk mencegah masuknya varian baru tersebut, salah satunya perlu dilakukan pengendalian transportasi di simpul-simpul transportasi yang melayani rute-rute internasional, yakni di bandara internasional dan pelabuhan internasional.

“Kami segera menggelar pertemuan untuk berkoodinasi dengan pihak-pihak terkait, seperti dengan Kemlu, KKP, Satgas Penanganan Covid-19, dan Ditjen Imigrasi, untuk menentukan langkah-langkah pengendalian yang diperlukan, dalam rangka mencegah masuknya varian baru Covid-19,” ujar Budi.

Lebih lanjut Menhub mengatakan, Kemenhub juga akan melakukan koordinasi dengan TNI dan Polri untuk melakukan penjagaan, serta meminta pendapat para ahli epidemiologi, dan mencari informasi tentang pengalaman negara lain.

Selain itu, Kemenhub juga berkoordinasi dengan operator sarana dan prasarana transportasi agar tetap konsisten menjalankan protokol kesehatan serta meningkatkan kewaspadaan terhadap adanya varian baru Covid-19.

Varian Mu pertama kali diumumkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Selasa (31/08) lalu. Varian baru Covid-19 ini pertama kali diidentifikasi Januari lalu di Kolombia.

Hingga saat ini, varian Mu sudah menyebar di 40 negara. Berdasarkan keterangan WHO varian Mu memiliki mutasi yang menunjukkan risiko resistensi terhadap kekebalan yang dibangun vaksin. Namun, dibutuhkan penelitian lebih lanjut.

Belum Terdeteksi

Sementara itu, Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono menyampaikan varian ini belum terdeteksi di Indonesia. “Kami sudah melakukan genome sequencing terhadap 7.000-an orang di seluruh Indonesia dan belum terdeteksi varian MU. Mudah-mudahan varian ini akan abortif seperti juga varian Lambda beberapa waktu yang lalu di Peru,” ujar Dante.

Wamenken pun mengingatkan masyarakat untuk tetap disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan. Diungkapkannya, sejumlah negara mengalami lonjakan kasus Covid-19 meskipun cakupan vaksinasinya telah di atas 50 persen.

“Ini disebabkan karena abai protokol kesehatan, yang selama ini diabaikan karena merasa sudah dilakukan vaksinasi. Jadi vaksinasi bukan satu-satunya game changer, tetapi merupakan salah satu komponen yang penting untuk dilakukan, tetapi yang penting adalah protokol (kesehatan) masyarakat,” tegas Dante. (HS-08)

Share This

Perkosa Wanita Yang Baru Dikenal, Seorang Satpam Di Bandungan Ditangkap Polisi

Prodi Teknologi Informatika Unika Soegijapranata Bincang-bincang Dengan Para Alumni