in

Waspadai Peringatan Dini Cuaca yang Berpotensi Bahaya Hidrometeorologi

Peristiwa banjir yang menerjang Kota Palu, Provinsi Sulawesi Tengah, Sabtu (3/7) pukul 14.05 WIB akibat hujan dengan intensitas tinggi dan meluapnya Sungai Palu serta kiriman debit air dari Kabupaten Sigi. (Foto : BPBD Kota Palu)

 

HALO SEMARANG – Masyarakat yang tinggal di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, hingga Papua, diimbau untuk mewaspadai cuaca buruk yang berpotensi memicu bahaya hidrometeorologi seperti banjir, angin kencang dan tanah longsor.

Peringatan dini tersebut disampaikan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), berkaitan dengan munculnya bibit siklon tropis 96W, di perairan Timur Filipina.

Tekanan rendah tersebut, membentuk daerah pertemuan dan perlambatan kecepatan angin (konvergensi), yang memanjang di perairan Utara Kalimantan, di laut Sulawesi dan di Laut Cina Selatan.

Kondisi ini mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar wilayah bibit siklon tropis dan di sepanjang daerah konvergensi tersebut.

Daerah konvergensi memanjang di Aceh, di Bengkulu, di Jawa Timur, di LautNatuna, di Kalimantan Selatan hingga Kalimantan tengah, dari Sulawesi Tenggara hingga Sulawesi Tengah, di Maluku,dari Papua hingga perairan utara Papua Barat. Kondisi ini mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan disepanjang daerah konvergensi tersebut.

Untuk wilayah yang berpotensi hujan lebat, yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang, pada Senin (5/7), adalah Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Bengkulu, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat, dan Papua.

Adapun wilayah yang berpotensi hujan lebat, yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang, pada Selasa (6/7), adalah Aceh, Riau, Bengkulu, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, dan Papua.

Sementara itu menurut rilis yang disampaikan BNPB, jika ditinjau melalui inaRISK, maka wilayah Aceh merupakan provinsi dengan potensi bahaya banjir kategori sedang hingga tinggi.

Sejumlah 23 kabupaten berada pada potensi bahaya tersebut, di antaranya kabupaten yang disebutkan dalam peringatan dini cuaca di atas. Sedangkan dilihat dari potensi luas bahaya pada 23 kabupaten tersebut mencapai lebih dari 650 ribu hektare.

Di wilayah Sumatera Utara, BMKG memonitor beberapa wilayah dengan potensi hujan lebat seperti di Dolok Sanggul, Kabanjahe, Panguruan, Salak, Sidikalang dan Sipirok. Melihat analisis inaRISK, provinsi ini juga merupakan wilayah dengan potensi bahaya banjir dengan kategori sedang hingga tinggi.

Sebanyak 33 kabupaten dengan luas 1,3 juta hektare memiliki potensi bahaya tersebut. Masyarakat setempat diimbau untuk mewaspadai potensi bahaya hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor maupun angin kencang.

Demikian juga untuk wilayah Sumatera Barat yang terpantai pada potensi hujan ringan di beberapa wilayah, seperti Payakumbuh, Pulau Punjung, Sarilamak, Tuapejat. BMKG menginformasikan waspada potensi hujan sedang hingga lebat dan dapat disertai petir atau kilat pada dini hari di wilayah Pasaman Barat dan Pasaman.

Sementara itu, BMKG merilis wilayah lain dengan potensi hujan lebat yang dapat disertai kilat atau petir serta angin kencang di wilayah Indonesia, antar lain Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat dan Papua.

Beberapa minggu terakhir, banjir di beberapa wilayah masih terjadi, seperti di Banyumas, Donggala, Kota Samarinda dan Sigi. Terkait banjir di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, yang terjadi pada Sabtu siang (3/7), pukul 14.05 waktu setempat telah surut. Saat banjir, tinggi muka air sekitar 30 hingga 70 cm. Sejumlah kelurahan terdampak banjir tersebut, seperti di Kelurahan Ujana dan Baru, Kecamatan Palu Barat, Kabupaten Sigi.

Masyarakat diimbau untuk waspada terhadap hujan intensitas sedang hingga tinggi serta berdurasi Panjang. Kerja sama antar desa dapat membantu untuk kesiapsiagaan bersama, baik yang berada di wilayah hulu maupun hilir di suatu Kawasan. Di sisi lain, warga dapat secara mandiri melakukan pengecekan potensi cuaca hingga tingkat kecamatan melalui aplikasi Info BMKG. (HS-08)

Share This

Karyaland dan PT Tanah Mas Tandatangani MoU Bangun Pusat Bisnis di Kawasan Rodamas Semarang

PPKM Darurat, Ganjar Kunjungi Asrama Mahasiswa Aceh, Kalimantan, dan Sumatera