Waspadai Angin Kencang, Mualim Ingatkan Soal Keamanan Pohon Peneduh Jalan

Sejumlah pohon peneduh di tepi Jalan Indraprasta dipangkas karena rawan tumbang akibat angin kencang.

 

HALO SEMARANG – Masyarakat diminta mewaspadai terjadinya pohon tumbang karena angin kencang atau hujan deras yang melanda Kota Semarang. Hal itu disampaikan Wakil Ketua DPRD Kota Semarang, Mualim, Senin (21/12/2020).

Pihaknya juga akan meminta dinas terkait untuk melakukan perempelan atau pemangkasan pohon peneduh di tepi jalan, yang dinilai membahayakan karena sudah rapuh atau terlalu rimbun.

“Antisipasi adanya pohon tumbang sangat penting, apalagi saat ini intensitas hujan sangat tinggi dan kadang disertai angin kencang,” kata politisi Gerindra ini.

Dikatakan Mualim, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Semarang perlu melakukan pengawasan terhadap pohon peneduh jalan di seluruh Kota Semarang. Jika ada yang dinilai sudah tua, harus diganti dengan pohon baru untuk menghindari rubuh.

“Namun untuk daerah yang masih kurang penghijauannya, perlu ditambah pohon peneduh. Saat musim hujan seperti ini sangat bagus sebagai waktu untuk menanam,” katanya.

Sementara untuk mengantisipasi terjadinya pohon peneduh yang tumbang, petugas Disperkim Kota Semarang terus melakukan perempelan atau pemangkasan ranting pohon di sejumlah tepi jalan protokol. Seperti di tepi Jalan DR Soetomo, atau pasar kembang Kalisari, Jalan Imam Bonjol, dan Jalan Indraprasta serta Jalan Mayjen DI Panjaitan.

Perempelan ranting pohon dilakukan untuk mengantisipasi pohon tumbang dan menganggu tiang listrik PLN, Telkom, atau kabel provider.

Salah-satu pengguna jalan, Rico mengatakan, perempelan dan pemangkasan ranting pohon peneduh jalan yang rawan roboh, maupun pohon yang rapuh perlu dilakukan oleh Pemkot Semarang. Sehingga memberi rasa aman bagi pengendara yang melintas di jalan banyak pohon peneduh jalan yang rimbun dan mulai rapuh.

“Apalagi musim hujan ini, kadang disertai dengan angin kencang. Kalau usia pohon sudah tua dan rapuh akan mudah tumbang dan membahayakan karena rawan menimpa pengendara yang melintas,” ujarnya, Senin (21/12/2020).

Dikatakan, pohon peneduh yang ditanam di tepi jalan seharusnya pohon yang kuat dan tidak mudah rapuh. Dan memilih tanaman pohon seperti Asam Jawa, Kenari, Kesambi dan lainnya. “Kalau sekarang kan banyak pohon angsana dan mahoni, saat ini sudah besar dan terlalu rimbun yang membahayakan pengendara yang melintas saat hujan deras atau angin kencang,” pungkasnya.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.