in

Wartawan Halosemarang.id Meraih Nilai Tertinggi di UKW PWI Jawa Tengah

Para peserta dan penguji Uji Kompetensi Wartawan (UKW) ke-27 Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Tengah foto bersama di Hotel Dafam Semarang, Jumat (27/11/2020).

 

HALO SEMARANG – Uji Kompetensi Wartawan (UKW) ke-27 Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Tengah yang bekerja sama dengan Dinas Kominikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Jawa Tengah, berakhir hari ini, Jumat (27/11/2020).

Sebanyak 24 peserta dari beberapa daerah di Jawa Tengah, mengikuti UKW ke-27 ini terdiri dari 14 tingkat Muda, 4 tingkat Madya, dan 6 tingkat Utama.
Theo Yusuf dari PWI Pusat yang juga jadi penguji mengumumkan, untuk nilai tertinggi, tingkat Utama diraih Erwin Ardian dari Tribunjateng.com.

“Untuk tingkat Madya, nilai tertinggi diraih Zulkifli Zaenuddin Fahmi dari Suara Merdeka, dan nilai tertinggi Muda diraih Puji Joko Sulistyo dari Halosemarang.id,” terang Theo.

Dia pun mengumumkan dari 24 peserta UKW, ada tiga peserta yang nilai kompeten jurnalistiknya kurang. Yakni, dua peserta tingkat Muda dan satu peserta tingkat Utama.

Ketua PWI Jawa Tengah, Amir Machmud dalam sambutannya mengatakan, kegiatan UKW selama dua hari ini betul-betul menjadi bekal para peserta dalam menjalankan profesinya dengan profesional.

“Pada bulan Februari 2021 nanti kami juga akan mengadakan UKW dengan jumlah 30 peserta. Jadi bagi peserta yang tidak bisa ikut di kegiatan UKW hari ini bisa mengikuti Februari nanti,” terang Amir Machmud yang juga berkesempatan menjadi penguji.

Amir Machmud juga mengucapkan terima kasih kepada Kominfo Provinsi Jawa Tengah yang telah bekerja sama selama ini dalam penyelenggaraan program UKW. Menurutnya, ini adalah bentuk sinergi dan kolaborasi yang baik antara PWI dengan Diskominfo Provinsi Jawa Tengah.

“Saya ucapkan terima kasih kepada Kominfo Jawa Tengah atas terselenggararanya kegiatan ini. Saya juga ucapkan selamat kepada yang berkompeten pada UKW ke-27 ini dan kepada para peserta yang belum kompeten, saya minta untuk berbesar hati,” imbuhnya.

Sementara itu, Hendro Basuki, selaku Pengurus PWI Pusat Bidang Pendidikan dalam sambutannya menegaskan, profesi wartawan saat ini makin membutuhkan keterampilan.

“Anda bisa menulis itu belum cukup. Menulis baik juga belum cukup. Karena masih harus dibarengi lagi dengan keterampilan-keterampilan yang lain. Yang jadi pembeda dari medsos adalah kemampuan kita menggunakan atau membaca atau memakai data-data untuk memperkuat tulisan kita,” jelasnya.

Hendro mengatakan, satu peristiwa ditulis dengan biasa saja. Beda jika ditambahi dengan banyak referensi, kalau memang berita itu semata-mata fakta.

Tetapi fakta itu masih bisa diperkaya dengan fakta-fakta yang lain.

“Nah semakin tulisan itu bermutu, maka tetap akan dibaca. Kalau membaca medsos hanya sambilalu. Sementara membaca tulisan wartawan yang berkualitas, itu pasti membutuhkan waktu. Itulah yang akan memperpanjang daya hidup kita sebagai wartawan,” imbuhnya.

Hendro pun berpesan, bahwa menjadi wartawan jangan setengah-setengah. Kalau sudah melakukan kontrak sosial, kontrak ekonomi, kontrak budaya, kontrak finansial dengan wartawan.

“Maka anda harus memperkaya kapasitas profesi agar mampu tumbuh dan berkembang. Jangan sampai ketika anda pensiun nanti, anda hanya bisa menulis berita-berita news tanpa bisa membuat features apalagi menulis artikel, belum lagi menulis buku nantinya,” ujarnya.

Untuk itu Hendro menambahkan pesan kepada wartawan-wartawan yang masih muda, untuk memperbanyak referensi dalam penulisan.

“Supaya tulisan anda semakin bermutu. Itulah yang akan memperpanjang nafas jurnalis ke depan,” pungkasnya.

Dalam UKW ke-27 PWI Jawa Tengah ini, para penguji terdiri dari, Amir Machmud, (PWI Jateng), Sasongko Tedjo (PWI Pusat), Hendro Basuki (PWI Pusat), Theo Yusuf (PWI Pusat) dan Widiyartono Radyan (PWI Jateng).(HS)

Share This

Wonogiri Pengelola Dana Desa Terbaik

DPRD Kendal Mengesahkan APBD Kendal Tahun 2021