in

Warngops Mbelang, Tempat Santai Nan Klasik di Sukorejo

Menu andalan Warngops Mbelang Sukorejo, Kabupaten Kendal

HALO KENDAL – Jika melintas di daerah Sukorejo Kabupaten Kendal, dan ingin sekedar melepas lelah, bisa mencoba mampir di Warung Ngopi (Warngops) Mbelang yang letaknya satu kilometer ke arah barat dari alun-alun Kota Sukorejo.

Warung atau Kafe yang bernuansa tradisional ini menjadi pilihan kaum milenial dalam menghabiskan waktu luang bersama teman, atau para keluarga untuk bersantai dan nongkrong sembari ngobrol.

Di Warngops Mbelang, pengunjung bisa menikmati berbagai hiasan pajangan barang-barang antik nan klasik. Mulai dari foto pahlawan kemerdekaan, almari, cantelan baju (kapstok), meja rias serta meja kursi kuno.

Sedangkan untuk kursi pengunjung mengunakan kursi untuk kelurahan atau balai desa era tahun 80-an, yang tebuat dari besi.

Nuansa klasik lain yang bisa dinikmati para pengunjung yakni bangunannya berupa joglo yang masih berupa kayu secara keseluruhan, ditambah ornamen gemerlap lampu menambah suasana kafe semakin menarik.

Selain nuansa klasik, Warngops Mbelang ini juga menyajikan menu-menu makanan ringan dan berat yang bisa dinikmati oleh pengunjung.

Untuk menu yang disajikan dan menjadi andalan, yakni Nasi Geprek Paha (Gepah) dan juga ada menu andalan lainnya yaitu Pansit Li Gino.

Pemilik Warngops Mbelang, Cipto Wibowo mengungkapkan, berawal dari hobi mengoleksi barang antik, hingga akhirnya muncul ide dirinya untuk membuat kafe berkonsep klasik dan tradisional di wilayah Sukorejo.

Menurutnya, warung atau kafe berkonsep klasik dan tradisional itu lagi ngetren-ngetrennya di kalangan milenial saat ini.

Selain sebagai tempat nongkrong untuk bersantai dan ngobrol, desain tempatnya juga harus mengikuti gaya yang kekinian yang disukai kaum milenial, agar bisa menambah daya tarik tersendiri.

‘’Harga makanan dan minuman di kafe kami ini cukup terjangkau. Untuk nasi Gepah hanya dibanderol dengan harga Rp16 ribu. Sedangkan untuk Pansit Li Gono dibanderol dengan harga cuma Rp13 ribu,” ungkap Cipto kepada halosemarang.id, Sabtu (29/1/2022).

Dijelaskan, untuk Geprek Gepah bahannya dari daging paha ayam spesial yang diaduk dengan tepung pilihan kemudian digoreng.

Namun sebelum digoreng adonan ayam dan tepung itu diberi racikan bumbu-bumbu masak. Kemudian setelah itu siap disajikan dengan diberi sambal hijau yang pedasnya sederhana, ditambah sayur-sayuran seperti ketimun dan tomat.

Sedangkan untuk Pansit Li Gino, lanjut Cipto, bahan dasarnya itu dari kulit dan daging ayam diberi bumbu masakan serta tepung terigu yang diolah menjadi pansit.

“Kemudian pansit digoreng dan siap disajikan. Dalam penyajiannya kita tambahi dengan telur dan cilok serta tahu agar lebih mantap. Setelah itu dikasih sambal dan atasnya ditaburi suwiran daging ayam, ditambah sayur-sayuran seperti ketimun dan kol agar lebih mantap lagi,” imbuhnya.

Selain itu, di Warngops Mbelang, pengunjung juga bisa menikmati menu lainnya. Seperti mie otlet yang dibandrol dengan harga Rp10 ribu dan makanan ringan lainnya, termasuk aneka gorengan.

“Untuk minumannyan kami menyediakan kopi tarik, teh tubruk dan jus buah-buahan, serta minuman lainnya,” papar Cipto.

Untuk jam oprasional, Warngops Mbelang buka mulai pukul sepuluh pagi dan tutup pukul sepuluh malam.

Saat ditanya terkait omset yang sudah ia dapatkan selama mengelola kafenya, Cipto mengaku sebelum masa pandemi, ia mampu meraup omset sekitar Rp 60 juta perbulan.

“Namun karena kondisi pandemi, omset kami turun drastis. Bahkan pernah turun hingga 80 persen,” ungkapnya.

Walau kondisi masih pandemi, Cipto masih tetap bertahan. Supaya Warngops Mbelang tetap bisa berjalan dan bertahan, dirinya juga memanfaatkan market digital di media sosial seperti instagram, Facebook dan Twiter.

Alhamdulillah saat ini sudah mulai bisa bangkit, dari semula turun hingga 80 persen, sekarang sudah mulai membaik. Meski belum sepenuhnya pulih seperti sedia kala,” imbuh Cipto.

Salah seorang pengunjung asal Kendal Agus Riyadi mengaku baru kali ini menjajal warung ngopi ini. Menurutnya ada perasaan tenang dan nyaman saat berada di Warngops Mbelang.

“Saya bersama teman-teman kebetulan habis dari Dusun Kenjuran, Desa Purwosari, kemudian pulangnya mampir dan santap siang sambil ngopi di sini. Suasananya enak dan tenang,” ungkapnya. (HS-06).

Air Demineral Moses, Murni Bebas Mineral

Kabupaten Purworejo Masuk PPKM Level 2, Tracing Pasien Covid-19 Diperluas